Besok, Dua Caketum BPP HIPMI Beri Materi ke Pengusaha Muda
Abdel Gamel Naser• Minggu, 3 Mei 2026 | 20:08 WIB
kiri-kanan) Burhanuddin, Suharlim dan Yops Kogoya saat memberikan keterangan pers di Hotel Horison Hotaraja, Minggu (3/5) (CEPOSONLINE.COM/GAMEL)
CEPOSONLINE. COM, JAYAPURA - Dua Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Papua direncanakan bakal menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang digelar BPD HIPMI Papua. Agenda dua hari ini akan dimulai Senin (4/5) di Horison Kotaraja. Dua caketum yang diagendakan hadir yakni Reynaldo Bryan dan Anthony Leong.
Ketua Panitia Pelaksana, Burhanuddin menjelaskan kegiatan dua hari mengundang seluruh anggota HIPMI di Kota dan Kabupaten di Papua untuk sama-sama mengikuti dan mendengar apa saja yang disampaikan caketum. Selain itu HIPMI membuka ruang kepada UKMK dan mahasiswa untuk ikut terlibat mengingat akan ada sejumlah pemateri berkualitas yang akan memberikan materinya.
"Kami pikir ini juga bisa menjadi moment untuk belajar bagaimana bisa menjadi pengusaha atau enterprenur muda," jelas Burhanuddin saat memberikan keterangan pers di Hotel Horison Kotaraja,Minggu (3/5). Ketua Steering Committee (SC), Suharlim Syamsuddin, menjelaskan bahwa ada tiga agenda utama dalam kegiatan yakni rakerda, diklatda, dan forbisda. Ini merupakan kegiatan wajib dalam organisasi HIPMI.
Di jelaskan ada agenda Rakerda, fokus utama pembahasan adalah penyusunan program kerja ke depan. Selain itu, akan digelar seminar bisnis dengan tema tantangan dan peluang wirausaha muda pasca terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB). "Kami ingin generasi muda tak diam menghadapi tantangan global ke depan melainkan bagaimana mengambil peluang dari momentum ini," jelas Suharlim.
"Kami juga mengundang gubernur Papua termasuk dua caketum yang akan kami berikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi dan gagasan," tambahnya. Sedangkan untuk pemateri nantinya berasal dari akademisi, ekonom, pemerintah daerah termasuk pangdam. "Terakhir ada pembahasan sinergitas pengusaha daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Semoga ada sinergitas antar pengusaha muda dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua,” tutup Suharlim.(*)