CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pegiat HAM Papua, Gustaf Rudolf Kawer berpendapat bahwa terpilihnya Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan seperti yang digaungkan oleh menteri HAM Natalius Pigai.
Kata Gustaf terpilihnya Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sesuatu yang normal. Pasalnya dari lima region lainnya telah mendapatkan bagian dan saat ini giliran region Asia-Pasifik. Dan kebetulan dari negara-negara di Asia Pasific hanya Indonesia saja yang mencalonkan diri.
"Ini bukan prestasi yang membangkan. Region lain sudah dapat. Sekarang giliran region Asia-Pasifik dan hanya Indonesia saja yang mencalonkan sehingga otomatis terpilih," kata Gustaf kepada Cenderawasih Pos.
Menurutnya, terlalu berlebihan menteri HAM, Natalius Pigai menyampaikan hal tersebut sebagai prestasi terkecuali kasus pelanggaran HAM juga dituntaskan. "Pemerintah harus menunjukan keseriusannya sebagai Presiden Dewan HAM. Tidak hanya melakukan pencitraan tanpa memberikan dampak," cecarnya.
Gustaf menyinggung kasus pelanggaran seperti Abepura Berdarah, Wamena Berdarah, Biak Berdarah, Paniai Berdarah, Nduga Berdarah, Yahukimo Berdarah, Intan Jaya Berdarah dan berbagai tragedi lainnya yang belum tuntas. "Ditambahkan lagi Proyek Strategis Nasional (PSN). Ini ibaratnya kondisi baik tapi luka di dalam dirinya sendiri dia tidak lihat," tutup Gustaf. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser