CEPOSONLINE.COM, BIAK — Tiga kabupaten dari wilayah adat Saireri, yaitu Waropen, Kepulauan Yapen, dan Supiori, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kepulauan Papua Utara.
Dukungan ini disampaikan dalam acara deklarasi yang digelar pada Kamis malam (17/7) di Lapangan Cenderawasih Biak Numfor, dan disaksikan ribuan masyarakat.
Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, mewakili Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote, menyatakan rasa syukurnya atas deklarasi tersebut.
“Pertama-tama kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”
“DOB yang sudah lama dirindukan oleh masyarakat Papua Utara hari ini akhirnya dideklarasikan.”
“Kami sangat merespons baik pemekaran Provinsi Kepulauan Papua Utara,” ujar Yowel Boari.
Kata Boari, pihaknya berharap ibu kota provinsi baru nantinya dapat ditetapkan di Waropen.
Ini mengacu pada pertimbangan aksesibilitas wilayah, luas lahan, serta potensi sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, dan sektor pertanian.
“Wilayah kami cukup strategis, berbatasan langsung dengan Mamberamo dan Nabire di Papua Tengah, dan memiliki potensi besar untuk menopang provinsi baru,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Dapil Papua dari Fraksi Gerindra, Yan Mandenas, yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga sampai ke tangan Presiden.
“Kami dari empat kabupaten sepakat untuk tumbuh dan berkembang di atas kaki sendiri di wilayah adat Saireri.”
“Kami mengusulkan Biak Numfor sebagai ibu kota provinsi karena menjadi pusat peradaban di Papua,” jelas Mansoben.
Ia juga menegaskan komitmen masyarakat Supiori bahwa Teluk Saireri tetap menjadikan Biak sebagai pusat pemerintahan.
Hadirnya provinsi baru dinilai akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur, termasuk peningkatan status Bandara Biak menjadi bandara internasional.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoi, turut menyuarakan optimisme bahwa deklarasi ini akan direspons positif oleh pemerintah pusat.
“Deklarasi hari ini adalah langkah awal menuju keberhasilan pembentukan Provinsi Kepulauan Papua Utara.”
“Ini adalah aspirasi nyata masyarakat dan tokoh adat dari wilayah Saireri,” ungkapnya.
Sebelumnya dukungan ini juga disambut positif oleh Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Saireri yang juga Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, yang menyatakan hak kesulungan wilayah Adat Saireri harus berdiri sendiri diatas tanah adatnya sendiri, dan merdeka dalam konteks provinsi sendiri dalam bingkai NKRI.
"Kami berharap dengan momentum 17 Juli 2025 ini, dengan sebuah deklarasi yang sudah kita lakukan, maka kita telah menemukan jati diri kita," tegasnya, seraya berharap aspirasi pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara ini didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI di Jakarta.
"Orang Saireri tidak minta yang lain, kami minta DOB,” kata Markus.
Acara deklarasi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Bupati Supiori, yang didampingi seluruh kepala daerah, wakil kepala daerah, ketua DPRK, serta tokoh adat dan masyarakat.
Momen bersejarah ini disambut dengan antusiasme tinggi dari warga yang memadati lokasi acara. (*)
Editor : Gratianus Silas