CEPOSONLINE.COM, BIAK – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemerintahan Kabupaten Biak Numfor hari ini berlangsung meriah dan penuh makna.
Acara tersebut tidak hanya menjadi momen syukuran atas perjalanan panjang Biak Numfor, tetapi juga menjadi saksi deklarasi Daerah Otonomi Baru (DOB) Wilayah Kepulauan Papua Utara, sebuah komitmen kuat dari wilayah adat Saireri untuk memimpin dirinya sendiri.
Turut hadir dan mendeklarasikan serta menandatangani surat kesepakatan adalah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Pemerintah Kabupaten Waropen, Pemerintah Kabupaten Supiori, dan Pemkab Kepulauan Yapen.
Empat kabupaten ini berada di wilayah adat Saireri.
Adapun deklarasi ini disaksikan para kepala daerah dari keempat wilayah tersebut, kecuali Kabupaten Waropen dihadiri oleh Wakil Bupati Waropen Yowel Boari.
Juga turut dihadiri oleh para Ketua DPRK wilayah Adat Saireri dan para tokoh adat.
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Saireri, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Hari ini adalah hari yang Tuhan rayakan untuk kembali mengungkapkan rasa syukur kita, bagi kita di Biak. Tepat hari ini kita melaksanakan syukuran 107 tahun Biak.”
“Perjalanan ini penuh dengan berbagai tantangan, namun puji Tuhan dengan segala keberadaan dan keterbatasan kita, pemerintahan masih berjalan dengan baik, aman, dan tertib," ujar Bupati Markus.
Mansnembra juga menyoroti kebanggaan atas berbagai agenda kerja sama antara Biak dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang disaksikan dalam momentum ini.
"Ini adalah wujud nyata komitmen bagi kita yang ada di Papua untuk membangun tanah Papua secara utuh," tambahnya, sembari berharap pembagian Papua menjadi enam provinsi tidak menimbulkan ego sektoral dalam pembangunan.
Momen bersejarah lainnya adalah deklarasi perjuangan hak kesulungan orang Saireri.
"Hari ini kita orang Saireri sedang melakukan perjuangan kembali untuk menuntut hak kesulungan kita sebagai suku pertama di Papua dalam sejarah peradaban orang Papua,” ujar Markus Mansnembra.
Ia mengingatkan peran penting orang Biak yang telah berlayar, berjalan ke pesisir, dan menapaki bukit gunung untuk membuka peradaban.
Namun, Mansnembra juga menyayangkan bahwa saat ini peradaban Saireri terkesan sedang mencari jati diri.
"Kami berharap dengan momentum 17 Juli 2025 ini, dengan sebuah deklarasi yang sudah kita lakukan, maka kita telah menemukan jati diri kita," tegasnya, seraya berharap aspirasi pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara ini didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI di Jakarta.
"Orang Saireri tidak minta yang lain, kami minta DOB." Kata Markus menggelora.
Secara simbolis, pada saat yang sama, perjuangan ini diperkuat dengan penyerahan surat aspirasi kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara oleh Yan Permenas Mandenas di gedung DPR RI.
"Perjuangan ini bukan perjuangan formalitas, tapi kesungguhan hati kita orang Saireri menuntut haknya. Karena saudara kita dari tujuh wilayah adat sudah ada enam yang memiliki provinsi sendiri, tinggal orang Saireri yang belum merdeka dalam provinsinya sendiri dalam konteks NKRI," jelas Mansnembra, memohon dukungan semua pihak untuk bersinergi memperjuangkan hak ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Biak, Onny Dangeubun, yang juga Ketua Panitia HUT ke-107 Pemerintahan Biak Numfor, melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting.
Hadir antara lain Ketua DPR Papua Pegunungan, Bupati Biak Numfor, Bupati Kepulauan Yapen, Bupati Supiori, Wakil Bupati Biak, Yapen, Supiori, dan Waropen, serta pimpinan dan anggota DPRK Biak, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen.
Turut hadir pula sesepuh pemerintahan Biak, pimpinan TNI-Polri, Forkopimda, Ketua TP PKK dan unsur organisasi wanita, pejabat eselon II, III, IV Pemprov Papua Pegunungan, serta Sekda se-wilayah adat Saireri.
Dengan tema "Dengan Semangat Baru Menuju Biak Numfor Sejahtera, Berdaya Saing, Inklusif, dan Berkelanjutan", perayaan HUT ke-107 ini mengedepankan modal budaya, ekonomi, dan politik untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Biak.
"HUT ke-107 Biak semakin istimewa karena diawali dengan inisiatif kerja sama antar daerah yang dilakukan Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Biak. Ini akan menjadi legacy yang bisa diaplikasikan di seluruh Tanah Papua," ungkap Dangeubun.
Rangkaian acara meliputi pra-rakortek dan rakortek untuk aglomerasi modal ekonomi, serta seremonial tematik perjanjian kerja sama antara Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Biak, tindak lanjut nota kesepahaman, dan perjanjian kerja sama Pemda Biak dengan BPJSK Pemprov Papua.
“Puncak dari semua seremonial tematik ini disempurnakan dengan prosesi Deklarasi Aspirasi Pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara. Semua rangkaian acara ini diawali dengan semangat budaya, diorkestrasi oleh 1.100 seniman dan budayawan di Biak, yang melantunkan "suara tembus ke langit", sebuah ikhtiar yang akan terus diperjuangkan,” tutup Onny. (*)
Editor : Gratianus Silas