Dukung Gerakan Doa Puasa Gubernur Papua Tengah, Senator Eka Ajak Seluruh Tanah Papua Bersatu

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:15 WIB
 Senator asal Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo saat menggelar Doa dan Puasa bersama masyarakat di Sinak, Kabupaten puncak belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 
 Senator asal Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo saat menggelar Doa dan Puasa bersama masyarakat di Sinak, Kabupaten puncak belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Senator Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, mendukung gerakan Doa dan Puasa untuk Pemulihan Manusia dan Tanah Papua yang diimbau Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Ia berharap gerakan tersebut dapat diperluas dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Tanah Papua.

Eka yang juga merupakan Wakil Ketua Alliance Women Ester Papua serta penggerak Doa Puasa Pemulihan Manusia dan Tanah Papua di Provinsi Papua Tengah menilai, gerakan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk bersama-sama merendahkan diri dan membawa berbagai persoalan yang dihadapi Tanah Papua dalam doa.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul imbauan Gubernur Papua Tengah kepada masyarakat untuk melaksanakan Doa dan Puasa pada 3 September 2026. Imbauan itu tertuang dalam Surat Nomor 100.3.4.1/1138/SET/2026 tentang Himbauan Doa untuk Pemulihan Papua.

Menurut Eka, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua selama ini tidak hanya menjadi persoalan Papua Tengah, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Tanah Papua.

Karena itu, ia berharap gerakan Doa dan Puasa yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat menjadi gerakan bersama dan dilaksanakan secara lebih luas di seluruh Tanah Papua.

“Saya mendukung himbauan Bapak Gubernur Provinsi Papua Tengah melalui video himbauan Doa dan Puasa pada 3 September 2026. Harapan saya, Bapak Gubernur selaku Ketua Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua dapat mendiskusikan hal ini bersama para gubernur di lima provinsi lainnya untuk melakukan Doa dan Puasa Massal di seluruh Tanah Papua,” ujar Eka dalam keterangannya dari Senayan, Rabu, 2 September 2026.

Ia berharap Gubernur Papua Tengah dapat membangun komunikasi dengan para gubernur di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Barat Daya dan Papua Selatan agar gerakan tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Masalah yang sedang kita hadapi bukan hanya Papua Tengah saja, tetapi seluruh Tanah Papua, mulai dari Sorong sampai Samarai. Karena itu, saya berharap kita dapat bersatu dan bersama-sama membawa seluruh persoalan ini dalam doa dan puasa,” katanya.

Eka mengatakan, berbagai persoalan yang dihadapi orang Papua selama ini tidak dapat semata-mata diselesaikan dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan manusia yang terbatas.

Menurutnya, melalui doa dan puasa, masyarakat diajak untuk merendahkan diri dan mengakui kuasa Tuhan dalam kehidupan serta perjalanan Tanah Papua.

“Permasalahan orang Papua dari dulu sampai sekarang tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan manusia yang terbatas. Kita harus mengakui otoritas Ilahi bekerja melalui doa dan puasa yang akan kita lakukan, karena ini merupakan bentuk kerendahan hati kita membawa semua persoalan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa melalui doa, puasa dan kerendahan hati, masyarakat Papua dapat bersama-sama memohon penyembuhan dan pemulihan bagi manusia maupun Tanah Papua.

“Kita percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan dan memulihkan Tanah dan Manusia Papua sesuai kehendak-Nya,” kata Eka.

Dalam pesannya, Eka juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk tidak mengeraskan hati, melainkan merendahkan diri dan membawa berbagai persoalan bangsa kepada Tuhan.

“Jangan keraskan hatimu, tetapi rendahkanlah dirimu. Akui Dia dan sampaikan semua permasalahan bangsamu. Ia ada di depan pintu rumahmu, bukalah pintu itu dan jangan menutupnya,” ujarnya.

Eka kemudian mengingatkan pentingnya ketulusan hati dalam menjalankan doa dan puasa. Ia mengutip pesan dalam Kitab Matius 15:8-9 sebagai pengingat agar manusia tidak hanya memuliakan Tuhan melalui perkataan, tetapi juga melalui hati dan kehidupan.

“Jangan sampai kita menjadi seperti yang tertulis, ‘Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku’,” katanya.

Melalui gerakan Doa dan Puasa untuk Pemulihan Manusia dan Tanah Papua tersebut, Eka berharap seluruh masyarakat di enam provinsi di Tanah Papua dapat bersatu dalam kerendahan hati untuk memohon kedamaian, penyembuhan dan pemulihan bagi Papua.

Menurutnya, gerakan yang diinisiasi Gubernur Papua Tengah tersebut dapat menjadi momentum untuk menyatukan hati seluruh masyarakat Papua dalam menghadapi berbagai persoalan yang selama ini terjadi.

“Semoga melalui doa dan puasa, kita semua dapat bersatu, merendahkan diri dan menyerahkan seluruh persoalan Tanah Papua kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Papua Tengah Ceposonline.com senator