135 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:23 WIB
Titik Panas di Papua Tengah yang terbaca di satelit oleh BMKG Nabire per, Rabu hingga Kamis, (25-27/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/BMKG NABIRE).
Titik Panas di Papua Tengah yang terbaca di satelit oleh BMKG Nabire per, Rabu hingga Kamis, (25-27/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/BMKG NABIRE).

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Douw Aturure Nabire mencatat sebanyak 135 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Papua Tengah dalam pemantauan 26 Agustus 2026 pukul 02.00 WIT hingga 27 Agustus 2026 pukul 02.00 WIT.

 

BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi El Nino yang berada pada kategori sangat kuat.

 

Berdasarkan laporan BMKG, dari 135 hotspot yang terpantau, sebanyak 11 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah, 123 titik pada tingkat kepercayaan sedang, dan satu titik pada tingkat kepercayaan tinggi.

 

Sebaran hotspot terbanyak tercatat di Kabupaten Nabire sebanyak 48 titik, kemudian Paniai 41 titik, Intan Jaya 16 titik, Dogiyai 12 titik, Puncak Jaya 11 titik dan Deiyai tujuh titik. Sementara Kabupaten Mimika dan Puncak tidak terpantau adanya hotspot dalam periode tersebut.

 

BMKG menjelaskan, tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi tiga kategori. Tingkat kepercayaan rendah menunjukkan kemungkinan kecil adanya titik api dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Sementara tingkat kepercayaan sedang menunjukkan kemungkinan cukup besar adanya titik api di lapangan. Adapun tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan kemungkinan besar adanya titik api aktif sehingga perlu segera ditindaklanjuti.

 

Di sisi lain, kondisi iklim Papua Tengah saat ini turut menjadi perhatian. Berdasarkan indeks Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -19,9 dan Nino 3.4 sebesar +2,37, BMKG menyatakan kondisi El Nino berada pada kategori sangat kuat. Fenomena tersebut diprediksi masih berpotensi menguat dalam beberapa bulan ke depan hingga akhir tahun.

Tabel Jumlah Hotspot Wilayah Papua Tengah Update 26 Agustus 2026 Pukul 02.00 WIT s.d 27 Agustus 2026 Pukul 02.00 WIT.
Tabel Jumlah Hotspot Wilayah Papua Tengah Update 26 Agustus 2026 Pukul 02.00 WIT s.d 27 Agustus 2026 Pukul 02.00 WIT.

Kondisi El Nino yang berlangsung bersamaan dengan musim kemarau menyebabkan berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Papua Tengah. BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

 

Dampaknya, intensitas hujan dapat menurun dan hari tanpa hujan meningkat. Selain itu, ketersediaan air berpotensi berkurang, suhu udara pada siang hari meningkat dan kondisi lahan menjadi lebih kering. Situasi tersebut turut meningkatkan potensi terjadinya karhutla.

 

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah.

 

Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk aktivitas di kawasan yang mudah terbakar, seperti lahan gambut, semak belukar, hutan dan lahan kering.

 

Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sejak dini dan tidak meluas.

 

Sementara itu, instansi terkait diminta meningkatkan patroli terpadu dan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan. Sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla juga perlu diperkuat.

 

BMKG turut mengingatkan pentingnya memastikan ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman dini, termasuk menyiapkan cadangan air untuk mendukung upaya pemadaman dan mengantisipasi kondisi musim kemarau. (*)

Editor : Elfira Halifa
titik panas Papua Tengah Ceposonline.com karhutla