Yustinus Tebai Pimpin KNPI Papua Tengah, Gubernur Meki Nawipa Titip Lima Pesan

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:14 WIB
DPP KNPI Pusat, Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Almanzo Bonara saat melantik Ketua DPD I KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai. (CEPOSONLINE.COM/DAVID IYAI HUMAS DPD I KNPI PAPUA TENGAH) 
DPP KNPI Pusat, Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Almanzo Bonara saat melantik Ketua DPD I KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai. (CEPOSONLINE.COM/DAVID IYAI HUMAS DPD I KNPI PAPUA TENGAH) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  — Yustinus Tebai resmi memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Tengah periode kepengurusan 2026–2031 setelah dilantik bersama jajaran pengurus di Aula Kantor Bupati Paniai, Rabu (26/8/2026).

Pelantikan yang mengusung tema “Pemuda Bersinergi Bangun Papua Tengah” tersebut menetapkan Clarce Levina Wambrauw sebagai Sekretaris, Betty Goo sebagai Bendahara, serta 242 pengurus lainnya.

Pelantikan di Kabupaten Paniai menjadi simbol bahwa agenda kepemudaan tingkat Provinsi Papua Tengah tidak hanya berpusat di Nabire sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga merangkul seluruh wilayah di delapan kabupaten.

Usai dilantik, Yustinus Tebai menegaskan tema pelantikan membawa pesan penting tentang perlunya kekompakan, sinergi, dan kerja sama lintas sektor untuk membangun Papua Tengah.

“Tema ini memberikan penegasan bahwa untuk membangun Papua Tengah, KNPI Papua Tengah perlu menjaga kekompakan, sinergi, dan kerja sama dengan berbagai elemen, baik pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, maupun seluruh lapisan masyarakat di Papua Tengah,” ujar Yustinus.

Menurutnya, ketangguhan pemuda harus dimulai dari diri sendiri dengan membangun kemauan untuk bersinergi, mendengarkan masukan, serta terbuka terhadap kritik.

“Semangat pemuda bukan hanya sekadar nama, tetapi juga tindakan nyata untuk membawa perubahan. Kita adalah orang-orang pertama yang meletakkan fondasi bagi Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Tengah, maka perlu kerja keras dan kerja ekstra untuk menjalankan konsolidasi hingga ke tingkat kampung,” tegasnya.

Yustinus mengatakan konsolidasi hingga tingkat kampung penting agar gerakan kepemudaan tidak hanya terlihat di tingkat provinsi maupun kabupaten, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat bawah.

Ia juga menyampaikan perjalanan kepengurusan KNPI Papua Tengah sejak Musyawarah Daerah (Musda) I yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Bandara Lama, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada 28 Oktober 2025. Kepercayaan tersebut kemudian diperkuat melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) secara langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, M. Ryano Panjaitan, pada 30 Maret 2026.

“Saya harus meletakkan fondasi seperti yang selalu digaungkan oleh Bapak Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan Bapak Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bahwa kita harus meletakkan fondasi karena kita adalah perintis, bukan pewaris,” tuturnya.

Meski pelantikan baru dilaksanakan, Yustinus menyebut DPD KNPI Papua Tengah telah menjalankan sejumlah agenda konsolidasi dan kegiatan sosial.

Di tingkat daerah, KNPI Papua Tengah telah menyelesaikan konsolidasi KNPI Kabupaten Paniai. Sementara itu, KNPI Kabupaten Puncak sedang menunggu pelaksanaan Musda, Kabupaten Mimika menunggu jadwal pelantikan, sedangkan sejumlah kabupaten lainnya masih dalam tahap komunikasi intensif.

Di bidang sosial dan kemanusiaan, KNPI Papua Tengah telah menggelar penggalangan dana di Nabire untuk korban bencana alam di Sumatra, membagikan takjil bersama organisasi kepemudaan, serta mendampingi aksi demonstrasi damai bersama Kelompok Cipayung agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.

KNPI Papua Tengah juga memberikan dukungan terhadap pengembangan bakat pemuda, antara lain menjadi sponsor utama ajang balap sepeda lokal serta mendukung pembalap muda Papua Tengah yang mengikuti kejuaraan balap motor di Papua Barat dan Palu.

“Harapan kami, kiranya kami mampu selalu bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun delapan kabupaten untuk terus memajukan kepemudaan. Pemuda di Papua Tengah harus maju, mendukung pembangunan, dan memberikan persembahan dedikasi terbaik bagi Tanah Papua Tengah yang kita cintai ini,” kata Yustinus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang dinilai terus memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, terhadap KNPI.

Dukungan terhadap kepemudaan juga disampaikan Bupati Paniai, Yampit Nawipa. Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk mengedepankan dialog dan kolaborasi serta tidak terjebak dalam politik praktis.

“Anak muda harus diskusi dan maju bersama. Tidak boleh cerita politik, cerita orang lain, atau cerita yang lain, hanya boleh fokus pada tujuan. Harus datang dan diskusi supaya semua bisa bekerja dengan baik,” ujar Yampit.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Almanzo Bonara, mengatakan pelantikan merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyatukan seluruh potensi pemuda di Papua Tengah.

“Tanggung jawab buat kita untuk membesarkan daerah kita, khususnya Provinsi Papua Tengah. Pelantikan itu adalah sebuah momentum untuk kita mempersiapkan diri bergerak melakukan gerakan-gerakan konsolidasi di seluruh kabupaten/kota. Itu poinnya,” kata Almanzo.

Ia mengingatkan bahwa KNPI sejak didirikan pada 1973 memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan dalam bingkai Pancasila dan kebhinekaan.

Karena itu, ia meminta pengurus KNPI Papua Tengah tidak hanya mengejar eksistensi di tingkat provinsi, tetapi benar-benar menjalankan fungsi organisasi dengan mengurus organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) serta melayani pemuda hingga tingkat bawah.

“Kalau anak-anak muda kita, OKP-OKP tidak diurus, otomatis fungsi dan tugas KNPI mengalami pelemahan. Artinya ketuanya tidak begitu dekat dengan anak mudanya. Jadi ini merupakan tanggung jawab Ketua Yuss ketika nanti menjalankan roda organisasi ke depan. Yang harus diperhitungkan adalah bagaimana KNPI ini menjadi mitra strategis pemerintah,” papar Almanzo.

Almanzo juga mendorong KNPI Papua Tengah memanfaatkan perkembangan teknologi dan era digital untuk memperluas kiprah pemuda Papua Tengah hingga tingkat nasional.

“Saat ini kita sudah masuk era digital, tidak ada lagi sekat-sekat, tidak ada lagi hambatan soal infrastruktur. Oleh karena itu teman-teman KNPI Papua Tengah, jangan berdiam diri dengan lokal semata, tapi harus keluar. Menunjukkan eksistensi kepada seluruh Nusantara bahwa kita pemuda Papua Tengah juga punya potensi untuk bisa disamakan dengan teman-teman pemuda yang ada di provinsi lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Papua Tengah, Herman Kayame, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, menyampaikan pesan pemerintah provinsi kepada pengurus KNPI yang baru dilantik.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Meki Nawipa, ditegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi awal tanggung jawab untuk bekerja, menyatukan pemuda, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Papua Tengah.

“Pelantikan ini bukan hanya pergantian atau pembentukan kepengurusan. Ini adalah awal dari tanggung jawab untuk bekerja, menyatukan pemuda, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Papua Tengah. KNPI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda tanpa membedakan suku, agama, daerah asal, maupun organisasi,” tegas Meki dalam sambutannya yang dibacakan Herman.

Gubernur Meki Nawipa kemudian menitipkan lima pesan utama kepada pengurus DPD I KNPI Papua Tengah.

Pertama, menjaga persatuan pemuda dan menjadikan perbedaan pandangan sebagai sarana untuk merawat kedamaian.

Kedua, menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, kewirausahaan, olahraga, seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi secara positif.

Ketiga, memberikan pelatihan hingga ke kampung-kampung dan daerah terpencil agar kegiatan kepemudaan tidak hanya berpusat di perkotaan.

Keempat, menjauhkan generasi muda dari ancaman minuman keras, narkoba, kekerasan, serta berbagai hal yang dapat merusak masa depan.

Kelima, menjadi mitra pemerintah yang kritis dan konstruktif dengan selalu menyertakan data, gagasan, dan solusi yang berbasis pemikiran mendalam.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan ruang yang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan. Kita ingin anak-anak muda Papua Tengah menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya menjadi penonton,” kata Meki.

Menurutnya, pelantikan yang dilaksanakan di Paniai menunjukkan bahwa seluruh kabupaten memiliki kedudukan yang sama pentingnya dalam pembangunan Papua Tengah.

“Jalankan amanah dengan rendah hati, bangun organisasi dengan kebersamaan, jangan hanya banyak bicara, tetapi tunjukkan kerja dan hasil,” tutupnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Papua Tengah knpi dpd