350 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Menangani Karhutla di Nabire

Lucky Ireeuw • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 04:11 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, PAPUA TENGAH - Sedikitnya 350 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua sektor di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Personel yang terdiri dari unsur Polda Papua Tengah, Korem 173/PVB, BPBD, Damkar, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan, dikerahkan bergantian setiap hari untuk memastikan titik api padam dan tak lagi muncul bara.

“Kurang lebih ada 350 personel yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla Papua Tengah telah bekerja setiap harinya secara bergantian,” terang Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Gustav R Urbinas di Nabire, Selasa sebagaimana dilansir dari Antara.

Gustav menjelaskan, penanganan karhutla telah dilakukan sejak Kamis (20/8), dan para personel disebar di Nabire Barat serta wilayah Kimi di bagian timur Nabire.

Di masing-masing lokasi, personel gabungan bekerja sama untuk memantau titik kebakaran sekaligus melakukan pemadaman bila muncul bara api.

Satgas juga melaksanakan patroli terpadu secara bergerak di kawasan perkotaan untuk mencari informasi mengenai titik api maupun potensi kebakaran baru.

“Terus melakukan patroli keliling dan upaya pemadaman pada titik-titik yang terjadi kebakaran. Satgas provinsi ini membantu, memberikan perkuatan kepada kabupaten,” ujarnya.

Pengerahan personel juga disertai dengan sejumlah sarana, seperti kendaraan angkut personel, ambulans, hingga lima kendaraan pemadam kebakaran.

Sebanyak tiga kendaraan pemadam berasal dari Pemprov Papua Tengah, sedangkan dua unit lainnya dikirim dari bandara untuk penanganan di sekitar kawasan Bandara Douw Aturure Nabire.

Gustav memastikan pihaknya tidak hanya fokus pada pemadaman kebakaran yang sudah terjadi, melainkan juga sosialisasi pencegahan kebakaran di masyarakat.

Unit Lalu Lintas dan Binmas Polri dilibatkan untuk memberikan imbauan kepada warga terkait pencegahan kebakaran.

“Kemudian kegiatan preventif dengan monitoring dan patroli untuk mendeteksi titik-titik api atau potensi kebakaran di dua sektor besar itu,” katanya.

Ia mengatakan, pola penanganan tersebut akan terus disempurnakan agar Satgas Karhutla Provinsi Papua Tengah dapat tertata lebih baik dan memiliki pola operasi yang lebih efektif di lapangan. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Papua Tengah NABIRE karhutla