Gerak Cepat Tangani Dampak Pembakaran Perkantoran di Puncak, Gubernur Meki Nawipa Pimpin Rakor di Il

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memimpin Rakor di Ilaga, Kabupaten Puncak. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memimpin Rakor di Ilaga, Kabupaten Puncak. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE.COM , NABIRE  —
Menangani dampak pembakaran sejumlah perkantoran pemerintahan di Kabupaten Puncak, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memimpin Rapat Koordinasi Terpadu di Aula Negelar, Ilaga, Jumat (14/8/2026) siang.

Rapat tersebut membahas langkah penanganan, pemulihan pelayanan publik serta penyelesaian persoalan yang berkembang pascainsiden.


Rapat digelar setelah Gubernur Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Kapolda Papua Tengah, Kabinda Papua Tengah, Bupati Puncak Elvis Tabuni, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal serta jajaran Forkopimda meninjau langsung kondisi sejumlah fasilitas pemerintahan yang rusak akibat aksi massa pada Selasa (12/8/2026).


Sejumlah fasilitas yang ditinjau di antaranya Kantor DPRK Puncak, Kantor Bupati Puncak dan beberapa kantor pemerintahan lainnya yang terdampak pembakaran dan kerusakan.


Dalam rapat tersebut, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak akan membiarkan Pemerintah Kabupaten Puncak menghadapi dampak kejadian tersebut sendirian. Pemprov Papua Tengah, kata dia, akan terus bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam proses penanganan hingga pemulihan.


“Kita tidak akan membiarkan mereka berjalan sendiri, kita akan terus bersama-sama dengan masyarakat di Ilaga,” ujar Meki Nawipa.


Menurut Gubernur, Pemprov Papua Tengah telah mengambil langkah awal dengan mengutus sejumlah pimpinan OPD untuk lebih dulu berada di Ilaga dan membantu proses penanganan pascakejadian.


“Sejumlah pimpinan OPD telah kami utus lebih dulu ke Ilaga untuk membantu penanganan pascakejadian,” katanya.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati Puncak Elvis Tabuni, jajaran Forkopimda Kabupaten Puncak, para kepala distrik, kepala kampung serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.


Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mendengarkan langsung persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus membahas langkah konkret yang harus dilakukan pemerintah dalam menangani dampak kerusuhan.


Tiga hal utama menjadi perhatian dalam rapat tersebut, yakni inventarisasi kerusakan, pemulihan pelayanan publik serta pemulihan keamanan dan ketertiban.


Inventarisasi kerusakan dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi gedung, peralatan dan dokumen yang terdampak. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pemerintahan.


Sementara itu, pemerintah juga membahas langkah pemulihan pelayanan publik agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan meskipun sejumlah kantor mengalami kerusakan. Fasilitas alternatif atau ruang kerja sementara akan disiapkan sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.


“Kita ingin pemerintahan tetap berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan. Karena itu, kondisi kantor yang rusak harus segera ditangani,” kata Meki.


Dari sisi keamanan dan ketertiban, Pemprov Papua Tengah bersama Pemkab Puncak, TNI/Polri dan Forkopimda akan memperkuat koordinasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.


Selain pengamanan, pemerintah juga menilai komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dialog bersama tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat akan terus didorong untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat kembali memicu konflik.


Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley dalam rapat tersebut turut menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menangani persoalan di Kabupaten Puncak. Pemprov Papua Tengah memastikan persoalan tersebut menjadi perhatian serius dan membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah dan masyarakat.


Rapat kemudian menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya mempercepat perbaikan dan rehabilitasi kantor pemerintahan yang terdampak, menyelesaikan persoalan penyaluran Dana Desa secara transparan dan akuntabel sesuai mekanisme serta regulasi yang berlaku, serta meningkatkan komunikasi antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat.


Gubernur Meki Nawipa menegaskan, kehadiran pemerintah di Puncak tidak hanya untuk melihat kondisi kerusakan, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan dan masyarakat tidak merasa ditinggalkan.


“Kita akan terus bersama-sama dengan masyarakat di Ilaga. Pemerintah harus hadir, mendengar persoalan yang ada dan mencari jalan keluar bersama,” tegasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
Papua Tengah Ceposonline.com meki nawipa