Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Lepas Kontingen Pesparawi Papua Tengah, Wagub Geley: Jangan Hanya Kejar Prestasi, Tunjukkan Nilai-Nilai Kristiani dalam Persaudaraan

Theresia F. Tekege • Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
ASN dan Non ASN di lingkungan Pemprov Papua Tengah serta Peserta Pespawari Asal Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin, (15/6/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
ASN dan Non ASN di lingkungan Pemprov Papua Tengah serta Peserta Pespawari Asal Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin, (15/6/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM — NABIRE  – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, secara resmi melepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV Provinsi Papua Tengah dalam rangkaian Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (15/6/2026).

Pelepasan kontingen berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan rasa syukur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pimpinan gereja, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), pelatih, ofisial, serta para peserta yang akan mewakili Papua Tengah pada ajang Pesparawi Nasional Tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari, Papua Barat.

Dalam sambutannya, Deinas Geley mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Kita patut menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena oleh anugerah dan kasih setia-Nya kita dapat berdiri dan bersekutu bersama pada hari ini,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LPPD Papua Tengah, panitia pelaksana, pimpinan gereja, para pelatih, peserta, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkuat persekutuan, memperteguh iman, dan memperbarui komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Sebagai ASN maupun non-ASN, kita dipanggil bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk melayani. Segala sesuatu yang kita kerjakan hendaknya dilakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” katanya.

Deinas menegaskan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan merupakan bagian dari pelayanan kepada sesama dan bentuk pengabdian kepada masyarakat Papua Tengah. Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk selalu mengutamakan Tuhan dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Pada kesempatan tersebut, Deinas juga menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh anggota kontingen yang akan membawa nama Papua Tengah di tingkat nasional.

“ Keikutsertaan dalam Pesparawi merupakan kesempatan untuk menunjukkan kualitas pelayanan, semangat persaudaraan, dan kesaksian iman kepada masyarakat luas,” ujar Geley.

Ia menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar perlombaan paduan suara gerejawi, melainkan wadah persekutuan umat Kristiani untuk memuliakan nama Tuhan melalui talenta dan pelayanan yang dimiliki.

“Keikutsertaan Kontingen Papua Tengah dalam Pesparawi Nasional bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga membawa kesaksian iman dan karya Tuhan yang nyata di Tanah Papua Tengah,” tukasnya.

Kepada seluruh peserta dan ofisial, Deinas berpesan agar menjadikan ajang Pesparawi sebagai sarana pelayanan dan kesaksian, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Jangan hanya berfokus pada hasil atau prestasi, tetapi tunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam persaudaraan, sikap, tutur kata, dan perilaku selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan strategi, tetapi juga oleh kerendahan hati serta ketergantungan kepada Tuhan.

“Kita membangun Papua ini tidak hanya dengan logika dan strategi. Kita harus merendahkan diri kepada Tuhan. Jika Tuhan bersama kita, maka kita akan mampu membangun tanah ini dengan baik,” katanya.

Selain itu, Deinas meminta seluruh anggota kontingen menjaga kesehatan, kekompakan, dan semangat kebersamaan selama mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari. 

“ Saya berharap,  para peserta dapat menjadi duta yang membawa nama baik Papua Tengah sekaligus menjadi teladan bagi peserta dari daerah lain,” Harap Geley.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah memandang pembangunan kehidupan keagamaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas iman, karakter, moral, dan kehidupan sosial masyarakat.

“Pesparawi memiliki makna yang sangat penting dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan mampu menjadi pembawa damai di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap semangat persekutuan yang terbangun melalui ibadah dan kegiatan Pesparawi dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat kerja sama dan persaudaraan dalam membangun Papua Tengah.

Deinas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik melalui doa, tenaga, maupun pengorbanan dalam mempersiapkan kontingen Papua Tengah menuju Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

“Pergilah dengan penuh sukacita. Bawalah nama Papua Tengah dengan penuh kebanggaan dan jadilah terang serta berkat di tengah persekutuan nasional,” pesannya.

Dengan doa dan harapan terbaik, Wakil Gubernur Papua Tengah kemudian secara resmi melepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV Papua Tengah untuk mengikuti Pesparawi Nasional Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. (*)

Editor : Agung Trihandono
#asnawi mangkualam #Ceposonline.com #NABIRE