Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pemprov Papua Tengah Tangani Pengungsi Puncak, Fokus Logistik, Kesehatan hingga Pemulihan Trauma

Theresia F. Tekege • Kamis, 23 April 2026 | 16:51 WIB
Pemprov Papua Tengah saat menyerahkan bantuan bahan makanan untuk warga Kembru yang sedang mengungsi di Mulia. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Pemprov Papua Tengah saat menyerahkan bantuan bahan makanan untuk warga Kembru yang sedang mengungsi di Mulia. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Konflik bersenjata di Distrik Kembru dan Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, memicu pengungsian massal warga ke Distrik Sinak dan Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah langsung mengerahkan tim terpadu untuk menangani dampak kemanusiaan yang terjadi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“Kami memastikan masyarakat yang mengungsi tetap mendapatkan perlindungan, baik dari sisi logistik, kesehatan, maupun pendampingan psikologis,” ujar Roni kepada media usai menyerahkan bantuan logistik dan bama bagi masyarakat yang mengungsi di Mulia, Kamis, (23/4/2026).

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai OPD, seperti Dinas Sosial, BPBD dan Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan dinas teknis lainnya seperti Bapperinda dan BPKAD.

“Tim kesehatan fokus pada penanganan korban luka, sementara tim perlindungan perempuan dan anak memberikan trauma healing bagi pengungsi, khususnya kelompok rentan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan penyaluran bantuan bahan makanan (bama) dan kebutuhan dasar lainnya bagi para pengungsi.

“Bantuan logistik terus kami distribusikan, mulai dari beras, gula, minyak goreng, hingga kebutuhan bayi dan perempuan. Ini untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat,” katanya.

Distribusi bantuan dilakukan melalui penerbangan perintis dari Nabire menuju Sinak dan Mulia, sekaligus mengirimkan tenaga medis serta tim krisis untuk memperkuat layanan di lapangan.

Roni juga mengakui masih ada keterbatasan fasilitas pendukung kesehatan yang dibutuhkan di lokasi terdampak.

“Kami masih membutuhkan dukungan tambahan, terutama untuk peralatan seperti oksigen generator dan genset guna menunjang pelayanan kesehatan di lapangan,” ungkapnya.

Lanjutnya, Atas persetujuan Gubernur Papua Tengah, oksigen generator dan genset akan diserahkan oleh tim kesehatan di RSUD Mulia.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Fokus kami adalah memastikan masyarakat tetap aman, kebutuhan terpenuhi, dan pemulihan trauma bisa berjalan dengan baik,” tutup Roni. (*)

Editor : Elfira Halifa
#konflik puncak #Papua Tengah #Ceposonline.com