Pemprov Papua Selatan Bidik Potensi Durian untuk Perkuat Ekonomi Warga Perbatasan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:34 WIB
Deputi I Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan meninjau konektivitas di kawasan PLBN Yetetkun, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (23/9/2926).(CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL)
Deputi I Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan meninjau konektivitas di kawasan PLBN Yetetkun, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (23/9/2926).(CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong pengembangan tanaman durian disekitar kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, Kabupaten Boven Digoel.

 

Hal itu disampaikan Asisten I Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno saat bersama Deputi I Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI meninjau konektivitas di kawasan PLBN Yetetkun, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (23/9/2026).

 

Disela-sela peninjauan, Guritno mengatakan masyarakat dapat diarahkan untuk mengembangkan berbagai kegiatan pertanian dan perkebunan, seperti kelapa sawit, padi, durian, dan komoditas lainnya. Di kawasan ini, durian merupakan salah satu potensi yang cukup besar.

 

Guritno menyebut, keberadaan tanaman durian di wilayah ini juga tidak terlepas dari program pembangunan pada masa lalu. Pada waktu itu, melalui program yang dicanangkan pemerintah, masyarakat mendapatkan bantuan bibit, termasuk bibit durian. 

 

Saat ini, kata dia, hasil dari tanaman tersebut mulai dinikmati oleh masyarakat. Karena itu, potensi tersebut perlu terus dikembangkan.

 

"Saya melihat sendiri ketika musim panen durian tiba, masyarakat memperoleh hasil yang cukup banyak,"kata dia.

 

Selain durian, menurut dia, berbagai tanaman buah lainnya seperti rambutan dan salak juga dapat tumbuh dengan baik di kawasan perbatasan ini. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat.

 

"Saya sendiri pernah bertugas di wilayah perbatasan pada tahun 1996 sampai tahun 2000 sebagai Sekretaris Wilayah Daerah. Karena itu, saya sedikit banyak memahami kehidupan masyarakat dan karakter masyarakat di kawasan ini, termasuk masyarakat dari etnis yang memiliki hubungan kekerabatan hingga ke wilayah ini,"ujarnya.

 

Menurut pengalamannya, masyarakat di kawasan tersebut pada dasarnya memiliki semangat dan kemampuan untuk bertani. Karena itu, apabila diarahkan dan didukung dengan baik, mereka dapat mengembangkan kehidupan melalui sektor pertanian dan perkebunan.

 

"Oleh sebab itu, agar apa yang menjadi harapan bapak dan ibu dapat diwujudkan, kita membutuhkan data dan informasi yang lengkap,"kata dia. 

 

Ia mengatakan, data tersebut juga nantinya dapat disampaikan melalui pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

 

Selanjutnya, apabila diperlukan, informasi tersebut juga dapat diteruskan kepada pemerintah pusat, termasuk melalui BNPB, untuk dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait. (*)

Editor : Elfira Halifa
perbatasan EKONOMI PAPUA SELATAN