Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Deni Tonjau • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 09:34 WIB
Dr. Ones Pahabol, SE, MM. (CEPOSONLINE/DENI)
Dr. Ones Pahabol, SE, MM. (CEPOSONLINE/DENI)

CEPOSONLINE.COM, WAMENA- Musim kemarau panjang yang hingga kini masih dirasakan masyarakat di 8 Kabupaten se Papua Pegunungan nampaknya menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan saat ini sedang berjuang untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat menangani masalah ini.

Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika dampak dari musim kemarau panjang saat ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat di 8 Kabupaten se Papua Pegunungan yang mengalami kekeringan hingga terancam kekurangan bahan makanan, baik untuk warga maupun ternak yang dipelihara.

"Kami akui musim kemarau panjang ini mulai mengancam kehidupan masyarakat kekurangan bahan makanan, hal ini disebabkan karena kekeringan yang membuat lahan perkebunan hipere (ubi Jalar) yangmenjadi makanan pokok masyarakat kering, disamping itu sumber -sumber air juga mengering,"ungkapnya di Wamena Jumat (25/9).

Melihat situasi ini, Kata Ones, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan berjuang untuk meminta bantuan pemerintah pusat guna bersama -sama menjaga keberlangsungan kehidupan dari masyarakat di wilayah -wilayah yang jauh dan sangat terdampak dari masalah kekurangan bahan makanan akibat kekeringan.

"Kita akan coba untuk berjuang meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk melakukan penanganan bersama dengan pemerintah Provinsi, dan Kabupaten untuk melihat kesulitan masyarakat pada saat kekeringan ini,"kata Mantan Bupati Yahukimo 2 Periode.

Menurutnya, kolaborasi yang dilakukan dari pusat hingga pemerintahan Kabupaten, dinilai akan membawa dampak yang cukup baik untuk ketersediaan bahan pangan sementara, sambil masyarakat kembali membuka kebun, untuk memenuhi kehidupannya usai musim kemarau ini.

"Ancaman ini tak hanya datang dari kurangnya bahan makanan saja, namun juga akan berdampak pada kondisi kesehatan dari masyarakat khususnya bagi wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan, ini juga perlu dipikirkan agar tidak ada korban jiwa," jelas Wagub Papua Pegunungan.

Ones Pahabol juga mengaku jika, beberapa waktu lalu aspirasi dari masyarakat di beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya telah terjawab oleh hadirnya bantuan presiden, namun ini saja belum cukup, sebab 7 Kabupaten lainnya juga merasakan hal yang sama, sehingga memang perlu saling kolaboarasi untuk lakukan penanganan.

"Kami tahu, bencana kekeringan ini tak hanya di Wilayah Papua Pegunungan namun juga hampir seluruh Indonesia, namun kami tak bisa hanya tinggal diam saja melihat itu, tetapi terus berupaya melakukan kolaborasi untuk lakukan penanganan," tutupnya. (jo/wen)

 

Editor : AdminDua
Ones Pahabol Papua Pegunungan