Antisipasi Ancaman Pertahanan dan Lingkungan, Koarmada III Gelar Simulasi Gerakan Separatis

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:29 WIB
Latihan terpadu yang menitikberatkan pada antisipasi ancaman keamanan wilayah di wilayah Sorong, Papua Barat Daya. (ISTIMEWA)
Latihan terpadu yang menitikberatkan pada antisipasi ancaman keamanan wilayah di wilayah Sorong, Papua Barat Daya. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, SORONG– Komando Armada III (Koarmada III) mempertegas kesiapsiagaan operasionalnya melalui penyelanggaraan Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata Tahun Anggaran 2026. 

Latihan terpadu yang menitikberatkan pada antisipasi ancaman keamanan wilayah sekaligus krisis lingkungan hidup ini digelar secara terarah, realistis, dan efektif dengan mengutamakan faktor keselamatan di wilayah Sorong, Papua Barat Daya.

Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Dato Rusman menyampaikan bahwa simulasi ini dirancang untuk menguji tanggap darurat prajurit TNI Angkatan Laut serta menyamakan pola pikir dan pola tindak lintas instansi saat menghadapi skenario krisis multidimensi.

"Latihan ini adalah bentuk latihan gabungan terpadu. Kita memadukan kekuatan antarmatra militer sekaligus mengintegrasikan unsur-unsur instansi sipil seperti Pertamina, Basarnas, Bea Cukai, KSOP, hingga Kepolisian dan Babinsa TNI AD," kata Pangkoarmada III di sela-sela kegiatan latihan, Sabtu (29/8/2026).

Dalam latihan tersebut, dikatakan bahwa skenario disusun membagi wilayah pertahanan ke dalam beberapa lapisan (layer) guna menangani dua bentuk ancaman utama secara bersamaan.

Yang pertama kata Pangkoarmada  Simulasi di aspek laut memperagakan penanganan darurat penumpahan minyak  akibat kebocoran bahan bakar di laut.

 Koarmada III berkoordinasi cepat dengan Pertamina yang menerjunkan peralatan spesialis penanggulangan tumpahan minyak guna menghentikan pencemaran perairan Sorong. 

Ada juga aksi penanggulangan dan pelumpuhan kelompok separatis bersenjata di wilayah Katapop. Operasi ini melibatkan aksi kolaboratif dua pasukan khusus elit TNI AL, yaitu Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir.

Pangkoarmada juga menekankan bahwa meski wilayah perairan Indonesia bagian timur sejauh ini terpantau aman dan kondusif berkat patroli penyekatan 24 jam oleh Gugus Tempur Laut dan Gugus Keamanan Laut, latihan ini sangat krusial untuk membangun kewaspadaan dini.

"Kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa kondisi saat ini aman. Kami hadir di sini untuk menjamin masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, tidak hanya di Papua Barat Daya tetapi di seluruh wilayah kerja Koarmada III. 

Melalui simulasi ini, manakala terjadi situasi darurat, seluruh satuan dan instansi terkait sudah berada di frekuensi yang sama dan siap bertindak secara profesional," tegas Pangkoarmada III.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
tni al