CEPOSONLINE.COM, RAJA AMPAT – Pesona Raja Ampat yang semakin menarik wisatawan membawa peluang besar bagi ekonomi masyarakat.
Hanya saja pertumbuhan pariwisata juga memunculkan persoalan lingkungan sehingga pemerintah dan sejumlah pihak sepakat memperkuat tata kelola destinasi secara berkelanjutan.
Raja Ampat merupakan kawasan konservasi yang berada di jantung Segitiga Karang Dunia sekaligus UNESCO Global Geopark.
Kekayaan laut dan darat yang dimilikinya menjadi daya tarik utama pariwisata sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.
Di tengah meningkatnya aktivitas wisata, sejumlah tantangan mulai muncul, di antaranya persoalan pengelolaan sampah, kerusakan terumbu karang akibat lego jangkar, kapal kandas, limbah cair hingga penumpukan wisatawan di sejumlah lokasi yang menjadi tujuan favorit.
Merespons tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama berbagai pemangku kepentingan memperkuat koordinasi melalui Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan Raja Ampat.
Forum tersebut dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Raja Ampat Tahun 2026 sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi multipihak dalam mendorong pembangunan pariwisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, sosial budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Pariwisata Berkelanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat adat, pengelola kawasan laut dan darat, mitra pembangunan, akademisi, pelaku usaha serta asosiasi pariwisata.
Melalui sambutan video Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dikatakan, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kemitraan yang kuat.
“Melalui forum ini saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menyelaraskan langkah. Mari pastikan setiap investasi, kebijakan dan kegiatan tidak hanya memacu ekonomi, tetapi juga menjaga daya dukung lingkungan serta menghormati budaya Raja Ampat,” ujar Widiyanti, Sabtu, (29/8/2026).
Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan komitmen nyata agar Raja Ampat mampu menjadi contoh destinasi pariwisata yang berkualitas, inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
Wakil Bupati Raja Ampat Mansyur Syahdan menegaskan, keberlanjutan Raja Ampat merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Karena itu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kawasan yang memiliki kekayaan alam dan budaya tersebut.
“Dengan terbentuknya Forum Mitra Pembangunan ini menegaskan komitmen kita bersama, keberlanjutan Raja Ampat adalah tanggung jawab kolektif. Melalui forum ini pemerintah, masyarakat adat, mitra pembangunan, akademisi, dan para pelaku usaha berkolaborasi memastikan agar setiap kemajuan di sektor pariwisata tidak mengorbankan kelestarian laut dan darat serta tetap menyejahterakan warga masyarakat sekitar,” katanya.
Forum yang didukung Global Fund for Coral Reefs (GFCR) bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra tersebut kemudian menggelar diskusi berbasis data serta pengalaman di lapangan.
Dari pembahasan itu, para pemangku kepentingan menyepakati 10 isu strategis yang menjadi fokus pengembangan ekowisata Raja Ampat, yakni tata kelola, daya dukung, ekologi, tata ruang, infrastruktur, masyarakat adat, ekonomi lokal, produk wisata, data dan monitoring, serta sumber daya manusia.
Dari 10 isu tersebut, forum menetapkan tiga isu sebagai prioritas pada tahun pertama yaitu tata kelola, masyarakat adat dan ekonomi lokal.
Raja Ampat Program Manager Konservasi Indonesia Meidiarti Kasmidi mengatakan, perlindungan ekosistem laut dan pengembangan ekonomi lokal merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut dia, forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan konsep pariwisata berkelanjutan diterjemahkan menjadi program yang dapat dijalankan secara konkret.
“Melalui komitmen bersama yang dihasilkan pada forum ini, seluruh pemangku kepentingan menyepakati daftar program prioritas jangka pendek yang akan segera dilaksanakan secara kolaboratif. Forum ini mempertegas bahwa perlindungan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan warga Raja Ampat adalah tanggung jawab bersama,” kata Meidi.
Melalui forum tersebut, pemerintah dan para mitra pembangunan berharap pertumbuhan pariwisata Raja Ampat dapat berjalan seimbang dengan kemampuan lingkungan dalam menopang aktivitas wisata. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser