JAYAPURA- Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., mengaku sempat sedikit kecewa kala pertama kali mendengar keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait penyelenggaraan CPNS di Papua dan Papua Barat secara online.
“Saya sempat mau marah, sebab kita telah berjuang setengah mati hingga bertemu presiden, namun nyatanya diselenggarakan dengan sistem online lokal,” sebut Lukas Enembe, SIP., MH., mengungkapkan kekecewaannya yang diikuti tawa saat kunjungan Gubernur Papua Barat di Gedung Negara, Sabtu (7/4).
Gubernur Enembe memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama-sama telah berjuang agar CPNS formasi 2018 bisa dilaksanakan dengan sistem offline di kedua provinsi tersebut.
“Ini disetujui presiden sampai kemudian kita bertemu Menpan RB. Akhirnya, Menpan RB memberikan waktu bagi Papua dan Papua Barat, serta Sulawesi Tengah yang usai tertimpa bencana Tsunami kala itu untuk menyelenggarakan tes CPNS offline di daerahnya masing-masing, setelah tes CPNS online diselenggarakan di mayoritas daerah di Indonesia,” jelasnya.
Ini sudah kesepakatan. Kalau online, sebenarnya pihaknya mau protes, namun biarlah tetap mengikuti prosedur yang telah disepakati oleh Kepala BKD Papua dan Papua Barat. Ini kembali pada para bupati, kalau mau terima semuanya orang Papua, silahkan saja. Itu urusan bupati pada saat pendaftaran secara online,” tambahnya. (gr/ary) Editor : Administrator