Bagi sebagian konsumen, membeli motor bebek Honda bekas bukan sekadar mengejar harga murah. Kemudahan perawatan dan peluang menjualnya kembali juga menjadi pertimbangan.
Dilansir dari radarbanyuwangi.jawapos.com, model yang sudah dikenal luas biasanya memiliki calon pembeli sendiri di pasar seken. Kondisi inilah yang membuat sejumlah motor bebek Honda lama hingga kini masih mudah ditemukan dalam berbagai listing kendaraan bekas.
Mulai dari Honda Revo yang terkenal fungsional hingga Supra GTR 150 yang menawarkan karakter lebih sporty, pilihannya cukup beragam.
Berikut lima motor bebek Honda bekas yang masih menarik dilirik.
Honda Supra X 125 FI menjadi salah satu nama yang cukup kuat di pasar motor bebek bekas.
Karakter utamanya sederhana. Motor ini dirancang untuk kebutuhan harian dengan mesin 125 cc yang dikenal cocok untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Konsumsi bahan bakar yang relatif irit juga menjadi salah satu daya tariknya. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam materi, konsumsi BBM berada di kisaran 57 km per liter dalam kondisi tertentu. Perawatannya juga relatif mudah.
2. Honda Supra GTR 150
Bagi konsumen yang menginginkan motor bebek dengan karakter lebih bertenaga, Honda Supra GTR 150 memiliki pendekatan berbeda.
Motor ini mengusung mesin 150 cc DOHC yang dipadukan transmisi manual enam percepatan.
Karakter tersebut membuat Supra GTR 150 lebih dekat dengan kebutuhan pengendara yang menyukai sensasi berkendara sporty.
Dibandingkan motor bebek yang fokus pada kepraktisan, Supra GTR 150 menawarkan respons mesin yang lebih berorientasi performa.
Motor ini juga masih memiliki penggemar di pasar bekas karena desain agresif dan karakter mesinnya.
3. Honda Revo X dan Revo Fit
Jika anggaran menjadi pertimbangan utama, Honda Revo X dan Revo Fit bisa masuk daftar pencarian.
Keduanya dikenal sebagai motor bebek yang mengutamakan efisiensi dan kepraktisan.
Mesin 110 cc cukup untuk menunjang mobilitas harian di dalam kota. Karakternya juga sesuai untuk kebutuhan operasional, termasuk bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan sederhana untuk aktivitas usaha.
Harga bekasnya relatif terjangkau dibandingkan beberapa model bebek Honda lainnya.
Salah satu keunggulannya adalah kebutuhan perawatan yang relatif sederhana. Kapasitas tangki bahan bakarnya tercatat sekitar 4 liter
4. Honda Blade 125 FI
Honda Blade 125 FI memang sudah tidak diproduksi. Namun, model tersebut masih dapat ditemukan di pasar motor bekas.
Blade 125 FI dibekali mesin 124,89 cc SOHC dengan sistem injeksi PGM-FI.
Tenaganya mencapai 10,1 PS pada 8.000 rpm dengan torsi 9,30 Nm pada 4.000 rpm. Transmisinya menggunakan empat percepatan rotary.
Menariknya, status sebagai model yang sudah dihentikan produksinya tidak otomatis membuatnya kehilangan pasar.
Pengetahuan bengkel terhadap mesin Honda dan ketersediaan sejumlah suku cadang menjadi faktor yang masih membuat Blade 125 FI menarik bagi pencari motor bekas.
5. Honda Supra Fit
Nama Honda Supra Fit punya tempat tersendiri di sejarah motor bebek Honda.
Model ini dikenal sebagai motor sederhana yang banyak digunakan untuk kebutuhan transportasi harian.
Di pasar bekas, Supra Fit masih memiliki peminat, terutama konsumen yang mencari motor lawas dengan harga relatif terjangkau.
Kenapa Motor Bebek Honda Masih Dicari?
Dominasi skuter matik memang membuat pasar motor bebek tidak lagi sebesar era sebelumnya.
Meski demikian, motor bebek masih mempunyai konsumen tersendiri.
Pertama, faktor perawatan. Motor bebek Honda sudah sangat dikenal bengkel umum maupun resmi. Kondisi tersebut memudahkan pemilik ketika membutuhkan servis maupun komponen pengganti.
Kedua, efisiensi. Konsumsi bahan bakar menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang setiap hari menempuh jarak cukup jauh.
Ketiga, pasar bekas. Model yang sudah dikenal luas memiliki basis pengguna yang relatif familiar dengan karakter kendaraannya. Hal ini dapat membantu ketika pemilik ingin menjual kembali unit tersebut. Namun kondisi kendaraan tetap menjadi faktor utama.
Motor bebek Honda memang bukan lagi penguasa jalanan. Tetapi selama masih menawarkan efisiensi, kepraktisan, perawatan yang mudah, dan pasar bekas yang tetap ada, sejumlah modelnya masih punya alasan untuk dipertimbangkan. (*)