CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Fenomena Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu sempat menjadi perbincangan di media sosial. Bulan purnama ini menghiasi langit pada Senin malam (26/10/2026), sekaligus menarik perhatian masyarakat terhadap makna di balik nama yang disematkan pada fenomena tersebut.
Di tengah kemunculannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan masyarakat pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob yang dapat dipengaruhi oleh fenomena pasang air laut saat bulan purnama.
Lantas, mengapa bulan purnama ini disebut Hunter’s Moon?
Dilansir dari laman resmi BMKG, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Hunter’s Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon.
Fenomena ini umumnya dikaitkan dengan bulan Oktober, meskipun pada kondisi tertentu dapat terjadi pada November.
“Fenomena Hunter’s Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik,” ujar Ayu di Jakarta, dilansir dari Rdar Tuban, Jumat (30/10/2026)
Berawal dari Tradisi Berburu
Sebutan Hunter’s Moon berasal dari tradisi penamaan bulan dalam kalender masyarakat adat Amerika, termasuk suku Algonquian, serta para pemukim awal Eropa.
Jika Harvest Moon dikaitkan dengan masa panen, Hunter’s Moon menjadi penanda waktu berburu untuk menyiapkan persediaan makanan menjelang musim dingin.
Pada masa lalu, ladang yang telah dipanen menjadi tempat hewan seperti rusa dan rubah mencari sisa hasil panen. Kondisi ini memudahkan para pemburu menemukan hewan buruan.
Cahaya bulan purnama yang terang juga membantu aktivitas berburu pada malam hari. Dari kebiasaan tersebut, nama Hunter’s Moon kemudian dikenal sebagai bagian dari tradisi penamaan bulan purnama.
Mengapa Bisa Muncul pada November?
BMKG menjelaskan bahwa waktu kemunculan Hunter’s Moon dapat bergeser ke November, bergantung pada waktu terjadinya Harvest Moon. Pergeseran ini dapat terjadi ketika Harvest Moon jatuh pada awal Oktober.
Meski memiliki nama khusus dan latar belakang sejarah yang menarik, Hunter’s Moon bukan fenomena astronomi yang berbeda secara fisik dari bulan purnama biasa.
Fenomena ini lebih menonjol karena penamaan tradisional dan kaitannya dengan perubahan musim serta aktivitas masyarakat pada masa lalu. (*)
Editor : AdminDua