1.051 Manajer Kopdes Merah Putih Mengundurkan Diri, Ada Apa dengan Penempatan Mereka?

Elfira Halifa • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:22 WIB
ILUSTRASI AI.
ILUSTRASI AI.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Sebanyak 1.051 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) atau KDKMP dilaporkan mengundurkan diri dari penugasan.

Pengunduran diri tersebut terjadi saat proses penempatan puluhan ribu manajer yang dipersiapkan untuk mengelola operasional koperasi di berbagai daerah masih berlangsung.

Di tengah proses tersebut, sejumlah manajer bahkan mendatangi langsung kantor PT Agrinas Pangan Nusantara untuk membahas penempatan mereka.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, mengatakan kedatangan para manajer tersebut dilakukan dengan itikad baik untuk mendiskusikan penempatan mereka.

Agrinas mendapat mandat untuk membangun gerai sekaligus mengelola operasionalisasi Kopdes Merah Putih selama dua tahun pertama.

“Dengan itikad baik hendak mendiskusikan penempatan mereka, sebagian manajer KDKMP datang ke kantor Agrinas Pangan Nusantara, sebagai instansi yang diberi mandat untuk membangun gerai dan mengelola operasionalisasi KDKMP selama dua tahun pertama,” tulis Joao melalui akun Instagram @bung.joaomota, dikutip Minggu (4/10/2026).

Menurut Joao, para manajer yang datang langsung ke kantor Agrinas mengaku terkejut dan terharu karena mendapat kesempatan berdiskusi mengenai penempatan mereka.

“Para manajer ini mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka,” ucapnya, dilansir dari Jawa Pos, Senin (5/10/2026).

Dalam proses penempatan tersebut, sebanyak 27.099 manajer Kopdes Merah Putih telah menandatangani offering letter sebagai tanda menerima penugasan.

Para manajer tersebut berasal dari berbagai daerah dan desa di seluruh Indonesia. Namun, tidak seluruh offering letter berujung pada penerimaan penugasan.

Joao menyebut sebanyak 969 orang menolak offering letter, sedangkan 532 lainnya dinyatakan kedaluwarsa.

“Sebanyak 969 orang menolak offering letter dan 532 kedaluwarsa,” tulisnya.

Meski terdapat manajer yang tidak melanjutkan penugasan, Joao menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak hanya bergantung pada keberadaan manajer.

Menurutnya, kerja sama antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan masyarakat setempat menjadi bagian penting agar koperasi tersebut dapat menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi desa.

“Dengan kerja sama erat antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan seluruh warga setempat, maka rancangan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa akan terwujud,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
merah putih Koperasi Desa NASIONAL Ceposonline.com