CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Upaya peningkatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua terus ditingkatkan. Selain menambah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan jangkauan pelayanan, Badan Gizi Nasional (BGN) juga tak segan-segan menutup SPPG yang tidak layak beroperasi.
Seperti dilansir Antara, Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II Nurjaeni mengungkapkan bahwa khusus di Papua, terdapat empat SPPG yang telah ditutup permanen karena dinilai tidak layak beroperasi.
"Sementara SPPG yang mengalami kejadian menonjol atau insiden serius akan ditutup sementara untuk dilakukan perbaikan dan baru dapat kembali beroperasi setelah dinyatakan layak oleh dinas kesehatan," ujarnya saat peluncuran 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan program MBG di Provinsi Papua, pekan kemarin.
Nurjaeni mengatakan peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan MBG, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Untuk Provinsi Papua ada 13 SPPG yang resmi diluncurkan hari ini dan sebanyak 10 berada di wilayah 3T dan tiga lainnya di wilayah non-3T,” katanya.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Kota Jayapura atas dukungan terhadap pembangunan SPPG.
"Memang ada sejumlah SPPG yang sebelumnya telah dipersiapkan namun mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum sehingga hal tersebut terus dilakukan perbaikan," ujarnya.
Dia menjelaskan secara keseluruhan, terdapat 36 SPPG di wilayah Papua Raya yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
"Dan ke depan kami juga terus memperketat pengawasan terhadap kelayakan SPPG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program, terutama setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan," katanya.
Sebelumnya, BGN bersama Pemprov Papua dan instansi lainnya meresmikan salah satu SPPG di Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (2/10). (*)
Editor : AdminDua