
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Dunia akan mengalami penurunan cadangan air tawar di daratan bumi pada tahun 2025, dengan 42 persen wilayah mengalami kekurangan air, menurut laporan terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Dilansir dari kantor berita Antara, Tahun 2025 akan menjadi tahun terkering dalam 35 tahun terakhir dengan aliran debit sungai rendah, di mana hampir dua per tiga daerah aliran sungai memiliki ketinggian air di bawah kondisi normal sepanjang tahun itu, menurut laporan WMO seperti dikutip Sputnik.
Tahun 2025 juga akan menjadi tahun keempat berturut-turut di mana terjadi penurunan massa gletser dalam skala besar. Hal itu menimbulkan risiko jangka pendek, seperti banjir, serta masalah jangka panjang terkait ketersediaan air.
Dalam lima tahun terakhir, banjir dan kekeringan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya terjadi di berbagai wilayah dunia.
Asia dan Afrika menyumbang sedikitnya separuh dari seluruh bencana terkait air serta 80 persen lebih korban jiwa yang tercatat akibat bencana tersebut, menurut WMO.
WMO pun menekankan pentingnya negara-negara mempersiapkan diri dalam menghadapi kenyataan baru berupa kelangkaan air, sekaligus menekankan pentingnya pertukaran data dalam kondisi seperti itu.
Organisasi tersebut juga menyoroti perlunya sistem peringatan dini bencana yang terintegrasi untuk membantu negara menghadapi risiko terkait air secara lebih efektif.
WMO menilai pentingnya kerja sama internasional karena kondisi ketersediaan air berbeda-beda antar-wilayah dan perubahan tersebut dapat berdampak terhadap masyarakat, lingkungan, serta perekonomian. (*)
Editor : Weny Firmansyah