Keberadaan Teakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru Terdeteksi di Pulau Sebesi

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 10:33 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok/Komdigi)
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok/Komdigi)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Jejak komunikasi lima jurnalis dan tiga kru yang hilang di perairan Selat Sunda terdeteksi terakhir diketahui berada di Pulau Sebesi pada Senin, 7 September 2026.

 

Seperti dilansir dari Jawapos.Com, informasi tersebut diperoleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui koordinasi dengan operator seluler untuk membantu proses pencarian. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan informasi mengenai aktivitas jaringan tersebut telah diteruskan kepada tim SAR untuk diproses sebagai salah satu bahan dalam menentukan lokasi terakhir keberadaan rombongan.

 

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Wamen Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9).

 

Pulau Sebesi merupakan salah satu gugus pulau yang berada di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau. Temuan mengenai kontak terakhir tersebut menjadi bagian dari upaya Kemkomdigi mendukung pencarian delapan warga yang hingga kini belum ditemukan

.

Untuk menelusuri kemungkinan keberadaan sinyal komunikasi, Kemkomdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler. Pemantauan dilakukan terhadap jaringan base transceiver station (BTS) yang berada di sekitar Selat Sunda, baik dari wilayah Banten maupun Lampung. “Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Wamen Nezar.

 

Kemkomdigi juga melakukan pemantauan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio yang berada di Banten dan Lampung. Infrastruktur tersebut digunakan untuk mengecek kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang tertangkap dari wilayah pencarian.

 

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” katanya. Upaya penelusuran sinyal dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai hilangnya kontak dengan rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

 

Mereka berada di perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari kelima pencarian pada Sabtu (12/9), proses pencarian terus diperluas.

 

Tim SAR Banten bersama TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan delapan warga tersebut. “Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
jurnalis hilang