Pull Up dan Chinning Ternyata Berbeda, Ini yang Harus Dipahami Pelamar CPNS Formasi SLTA

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 05:05 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Salah satu hal yang menarik perhatian dalam persiapan seleksi pada formasi tertentu dengan kualifikasi SLTA sederajat adalah keberadaan tes kesamaptaan dengan sejumlah jenis latihan fisik.

 

 

Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, bukan hanya lari, push up dan sit up. Peserta juga dapat menghadapi shuttle run serta latihan yang berkaitan dengan kemampuan tubuh bagian atas seperti pull up dan chinning.

 

 

Bagi peserta yang belum terbiasa dengan istilah tersebut, kedua jenis latihan ini memang dapat terdengar mirip.

 

 

Padahal, teknik dan posisi pegangan dapat berbeda.

 

 

Pull up mengandalkan kekuatan tubuh bagian atas

 

 

Dalam gerakan pull up, peserta menggantung pada palang kemudian mengangkat tubuh hingga posisi yang ditentukan.

 

 

Gerakan ini membutuhkan kerja sejumlah kelompok otot, terutama bagian punggung, bahu dan lengan.

 

 

Karena beban utama yang diangkat adalah berat tubuh sendiri, kemampuan pull up sangat dipengaruhi oleh kekuatan relatif seseorang.

 

 

Itulah sebabnya latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama bagi peserta yang belum mampu melakukan satu repetisi penuh.

 

 

Lalu apa itu chinning

 

 

Chinning pada dasarnya menggunakan variasi pegangan pada palang dengan posisi telapak tangan yang berbeda dari pull up.

 

 

Perbedaan pegangan tersebut membuat kelompok otot yang dominan bekerja juga dapat berbeda.

 

 

Bagi peserta, hal terpenting bukan sekadar mengetahui namanya, melainkan memahami teknik yang dipersyaratkan dalam tes resmi.

 

 

Jangan sampai seseorang berlatih satu gerakan selama berbulan-bulan tetapi pada hari ujian ternyata teknik yang diminta berbeda.

 

 

Shuttle run enam putaran juga membutuhkan strategi

 

 

Selain latihan tubuh bagian atas, terdapat shuttle run 10 meter x 6 putaran dalam acuan yang diberikan.

 

 

Jarak yang terlihat pendek bukan berarti mudah.

 

 

Peserta harus berulang kali melakukan akselerasi, berhenti, berbalik arah dan kembali berlari.

 

 

Gerakan tersebut membuat tubuh bekerja dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.

 

 

Jika dikombinasikan dengan tes lari, push up, sit up dan latihan lainnya, pengaturan tenaga menjadi penting.

 

 

Persiapan fisik tidak bisa instan

 

 

Bagi calon peserta, latihan idealnya dilakukan jauh sebelum jadwal tes.

 

 

Mulai dengan kemampuan dasar, kemudian tingkatkan secara bertahap. 

 

 

Latihan kekuatan dapat dikombinasikan dengan latihan kardio dan kelincahan.

 

 

Yang juga penting adalah memberikan waktu istirahat bagi tubuh.

 

 

Jangan mengejar hasil secara instan dengan latihan berlebihan.

 

 

Dan yang paling penting, pastikan seluruh informasi mengenai jenis tes dan standar penilaiannya berasal dari pengumuman resmi instansi pada periode seleksi yang diikuti.(*)

Editor : AdminDua
cpns skd