Dilansir dari JawaPos.com, Prabowo mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dari pembenahan BUMN melalui restrukturisasi dan penghematan biaya operasional.
“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada 31 Desember 2026 kita target hanya akan memiliki paing banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan, dari total 1074 BUMN dan anaknya hanya yang produktif dan menciptakan nilai tambah pada rakyat akan dipertahankan.
Ia mengatakan, dengan adanya pemangkasan tersebut penghematan dari BUMN mencapai Rp 50 triliun dan dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas puskesmas, sekolah, serta rumah rayat.
Adapun, penghematan tersebut diperoleh dari berbagai komponen biaya operasional BUMN, mulai dari gaji direksi dan komisaris hingga sewa gedung, kendaraan, dan perjalanan dinas.
"Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun," ucapnya.
Prabowo menyebut, dengan dana sebesar 50 triliun tersebut pemerintah setidaknya bisa melakukan sejumlah program dan pembangunan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.
“Kita bisa bayangkan RP 50 triliun berapa Puskesmas yang diperbaiki, berapa sekolah bisa renovasi berapa rumah untuk rakyat kita bisa berikan,” ucapnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah