Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Sains untuk Pelestarian Tradisi Lokal, Ini Alasannya 

Agung Trihandono • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:04 WIB
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Gelar Wicara bertajuk “Indonesia dalam Sejarah Sains, Sains dalam Sejarah Indonesia” di Museum Multatuli, Lebak, Banten. (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Gelar Wicara bertajuk “Indonesia dalam Sejarah Sains, Sains dalam Sejarah Indonesia” di Museum Multatuli, Lebak, Banten. (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan dan implementasi budaya sains pada masyarakat, dalam rangka mendukung pelestarian sejarah, budaya, hingga tradisi lokal di tanah air.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ahmad Najib Burhani mengatakan sejarah menunjukkan bahwa sains bukan sesuatu yang asing bagi Indonesia.

"Tradisi pengetahuan telah berkembang dalam masyarakat Nusantara melalui pengalaman empiris di bidang pelayaran, pertanian, pengobatan, astronomi, teknologi maritim, hingga pengelolaan lingkungan. Sains merupakan bagian dari perjalanan panjang peradaban Nusantara yang perlu terus dikembangkan untuk menjawab tantangan masa depan," katanya seperti dilansir Antara, Senin (10/8/2026).

Najib menambahkan, membaca kembali sejarah penting untuk membangun budaya sains dan kepercayaan diri bangsa. Sebab, pengetahuan yang telah tumbuh perlu terus dirawat dan dikaji kembali, sekaligus dipertemukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

"Sains tidak boleh hanya tumbuh di ruang laboratorium atau kampus, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi dasar pengambilan keputusan, serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minat Saintek) Kemdiktisaintek, Yudi Darma menjelaskan bahwa tantangan penguatan budaya sains tidak hanya berkaitan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sains, tetapi juga dengan keterlibatan publik dalam aktivitas dan percakapan ilmiah. (*)

Editor : Agung Trihandono
kementerian