14 Dapur MBG di Papua Dihentikan Sementara, 11 Bermasalah IPAL dan 3 Terkait Kejadian Fatal

Elfira Halifa • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:20 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.

 

Belasan dapur tersebut belum diperbolehkan kembali beroperasi hingga seluruh persoalan yang menjadi dasar pemberian sanksi diselesaikan dan status penghentian sementara atau suspend dicabut oleh BGN.

 

Dari 14 SPPG yang disuspend, sebanyak 11 SPPG dihentikan sementara karena persoalan fasilitas, terutama instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

 

Sementara tiga SPPG lainnya disuspend akibat kejadian fatal yang berkaitan dengan layanan MBG.

 

Sebelas SPPG yang bermasalah dengan IPAL tersebar di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

 

Sedangkan tiga SPPG yang disuspend akibat kejadian fatal yakni SPPG Abepura Vim 2 dan SPPG Angkasapura di Kota Jayapura serta SPPG Depapre Waiya di Kabupaten Jayapura.

 

Koordinator Regional BGN Provinsi Papua, Rama Irjayanto Putra Sukoco Borotian, mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus pembenahan fasilitas dapur MBG.

 

“Yang kena suspend fasilitas, mereka belum bisa beroperasi sampai saat ini karena fasilitasnya masih kurang”

 

“Mereka harus melaporkan bahwa fasilitasnya sudah diperbaiki dan sekarang kita dalam tahap pencabutan suspend,” kata Rama saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (10/8).

 

BGN memastikan pengawasan terhadap seluruh SPPG di Papua akan diperketat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap dapur memenuhi standar fasilitas, peralatan dan pengelolaan layanan yang telah ditetapkan.

 

Rama mengatakan tim BGN di lapangan akan melakukan pemeriksaan terhadap masing-masing dapur dengan menjadikan SPPG yang dinilai memiliki standar terbaik sebagai pembanding.

 

“Ke depan kita akan riset lagi dengan tim-tim kami yang banyak di lapangan. Kita akan cek masing-masing dapur dengan patokan dapur terbaik di Papua, akhirnya dibandingkan dengan dapur lain,” ujarnya.

 

Rama menegaskan, SPPG yang masih berstatus suspend tidak diperbolehkan memberikan layanan MBG kepada sekolah penerima manfaat.

 

“Untuk sementara SPPG yang kena suspend tidak memberikan pelayanan MBG ke sekolah bersangkutan. Karena kita sudah tercoreng diduga memberikan makanan yang membuat sakit, jadi kalau misalnya dialihkan pun masyarakat tidak percaya. Jadi kita fokus perbaikan,” tegasnya.

 

Selama masa penghentian, SPPG yang disuspend juga tidak diperbolehkan menjalankan operasional maupun menerima insentif. (*)

Editor : Elfira Halifa
BGN Mbg SPPG