CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya oknum yang diduga menyusup dan melakukan penyelewengan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk mencegah kebocoran anggaran dan memastikan program berjalan tepat sasaran, Prabowo meminta seluruh kepala daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat ikut mengawasi pelaksanaannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7).
Dalam arahannya, Presiden menginstruksikan para gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa agar tidak ragu melakukan pengecekan langsung terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program MBG.
"Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh memeriksa semua dapur MBG," ujar Prabowo, sebagaimana dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (11/7/2026).
Presiden menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus segera dilaporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Bahkan, ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan secara langsung melalui media sosial.
"Gampang. Lapor di TikTok, langsung kirim. Ting! Enggak usah susah-susah nomor telepon ini," katanya.
Prabowo menilai keterlibatan publik menjadi salah satu kunci keberhasilan program prioritas nasional tersebut. Menurutnya, masyarakat kini memiliki akses teknologi yang memungkinkan pengawasan dilakukan secara lebih luas dan cepat.
Selain pemerintah daerah dan masyarakat, Prabowo juga meminta jajaran TNI dan Polri turut mengawasi pelaksanaan MBG di lapangan.
Namun, ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara profesional tanpa disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
"Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain, jangan! Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Jangan manggil-manggil minta setoran," tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi di program apa pun apabila pengawasan lemah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan.
"Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang mau nyolong ada saja. Gue heran juga," ucapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya.
Dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam pengawasan, pemerintah berharap pelaksanaan program tersebut berjalan transparan, akuntabel, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak. (*)
Editor : Elfira Halifa