Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Ambulans Terjebak Konvoi, Pasien Kritis Meninggal Dunia

Abdel Gamel Naser • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:36 WIB
Ilustrasi ambulans saat melaju mengantar pasien
Ilustrasi ambulans saat melaju mengantar pasien

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Tragedi kemanusiaan yang memilukan terjadi di jalan raya akibat lemahnya manajemen rekayasa lalu lintas dalam mengawal kegiatan massa. 

Seorang pasien berkondisi kritis bernama Hadi Sukat (60) mengembuskan napas terakhirnya di dalam ambulans setelah kendaraan darurat yang membawanya terjebak di tengah kepungan konvoi ratusan anggota salah satu perguruan silat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Seperti dilansir dari Radar Kudus, insiden tragis ini terjadi Sabtu (20/6/2026) di jalur utama lintas Solo-Tawangmangu.Korban dinyatakan meninggal dunia sesaat sebelum sempat mendapatkan tindakan atau pertolongan medis kedaruratan di Puskesmas Karangpandan. Pasien dijemput untuk dilarikan ke pusat fasilitas kesehatan terdekat. Namun, jalur evakuasi medis tersebut sudah berubah menjadi lautan massa.

Ruas jalan Solo-Tawangmangu dipadati oleh ratusan peserta konvoi pengesahan anggota baru perguruan silat yang mengenakan atribut pakaian serba hitam. Situasi di lapangan kian tak terkendali lantaran aksi tersebut dibarengi dengan penyalaan pesta kembang api serta bisingnya suara ratusan knalpot brong.

Ambulans bahkan sempat berhenti total (stuck) beberapa waktu karena tidak diberikan ruang melintas oleh peserta konvoi sebelum akhirnya berhasil merayap sampai ke rumah korban.Setelah tubuh lemas Hadi Sukat berhasil dievakuasi ke dalam kabin medis, ambulans kembali harus berjuang keras mencari celah di tengah kerumunan massa. Penanganan pasien pun habis di jalan.

"Begitu tiba di puskesmas, tim medis langsung melakukan pemeriksaan cepat. Namun, denyut nadi korban sudah tidak lagi ditemukan. Ayah kami dinyatakan meninggal dunia di perjalanan," ungkap Agung dengan nada penuh kesedihan dan penyesalan. Pihak keluarga korban mengaku sangat terpukul dan menyesalkan minimnya antisipasi serta penegakan hukum dari aparat kepolisian setempat.

Mereka mempertanyakan mengapa kegiatan kelompok bermotor dalam jumlah masif yang mengganggu ketertiban umum dan hak pengguna jalan lain dibiarkan tanpa pengawalan ketat. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#ambulans #konvoi #Ceposonline.com