Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Memanas! PSI Sebut PDIP Masih Sakit Hati Ditinggal Jokowi

Yohanes Palen • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:26 WIB
Jokowi resmi dideklarasikan sebagai calon presiden oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar. (SETPRES).
Jokowi resmi dideklarasikan sebagai calon presiden oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar. (SETPRES).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Polemik hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) kembali memanas. 

Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, menilai PDIP hingga kini masih menyimpan kekecewaan terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang tidak lagi berada dalam barisan partai tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bestari saat menanggapi komentar PDIP terkait rencana Jokowi kembali melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Indonesia. 

Menurutnya, PDIP belum pernah meraih kemenangan dalam kontestasi pemilihan presiden tanpa peran Jokowi.

Bestari bahkan menyinggung rekam jejak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, serta Ganjar Pranowo yang gagal memenangkan Pilpres 2024.

"Tadi dikatakan dipecat. Bayangkan, orang yang berhasil memenangkan kontestasi presiden justru dinyatakan dipecat. Padahal kita tahu sendiri bahwa Bu Megawati tidak pernah menang pemilu, kemudian Ganjar Pranowo juga tidak berhasil memenangkan pilpres. Kalah itu setelah ditinggal Pak Jokowi," kata Bestari dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (29/5).

Mantan politikus Partai NasDem itu menilai kekalahan PDIP dari Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 bukanlah hal yang paling menyakitkan bagi partai tersebut.

Menurutnya, yang lebih membekas adalah perpisahan politik antara Jokowi dan PDIP. Ia menyebut jika PDIP masih sakit hati karena ditinggal Jokowi.

"Ya, kekalahan dari Pak Prabowo itu tidak seberapa sakit sebetulnya. Yang sakit di situ ada Pak Jokowi. Yang itu membekas sampai hari ini dimana PDIP masih sakit hati karena ditinggal Jokowi,"tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menegaskan bahwa partainya tidak ikut campur terhadap agenda maupun aktivitas politik Jokowi saat ini. 

Menurutnya, Jokowi bukan lagi bagian dari PDIP setelah resmi dipecat dari keanggotaan partai pasca Pemilu dan Pilpres 2024.

Guntur juga membantah anggapan bahwa Jokowi memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan suara PDIP selama dua periode menjabat sebagai presiden. 

Ia menilai kontribusi Jokowi terhadap elektabilitas partai tidak signifikan.

"Data ketika tahun 2014 dan 2019, saat Jokowi menjadi presiden, PDIP hanya naik sekitar satu persen. Jadi tidak memberikan dampak signifikan terhadap elektoral partai," kata Guntur.

Perang pernyataan antara PSI dan PDIP ini menunjukkan dinamika politik pasca Pilpres 2024 masih terus berlanjut hingga sekarang.

Adapun sosok Jokowi pun tetap menjadi salah satu faktor yang kerap memicu perdebatan di antara elite partai politik menjelang berbagai agenda politik nasional ke depan. (*).

Editor : Yohanes Palen
#pdip #Jokowi #Megawati Soekarnoputri #PSI #Ganjar Pranowo