Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Sapi Kurban Presiden Prabowo Habiskan Anggaran Negara Rp100 Miliar

Yohanes Palen • Kamis, 28 Mei 2026 | 12:16 WIB
Sapi Kurban Presiden Prabowo Habiskan Anggaran Negara Rp100 Miliar
Sapi Kurban Presiden Prabowo Habiskan Anggaran Negara Rp100 Miliar

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp.100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiontoro dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Juri menjelaskan, anggaran pengadaan sapi kurban berasal dari bantuan kemasyarakatan presiden yang dialokasikan melalui APBN.

Besaran biaya di tiap daerah berbeda karena harga sapi menyesuaikan bobot dan lokasi pengadaan.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga mempengaruhi harga sapi,” kata Juri dikutip dari CNN Indonesia.

Ia mengungkapkan, total anggaran yang dikeluarkan pemerintah mencapai sekitar Rp.100 miliar.

Menurut Juri, sebanyak 598 ekor sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia, sedangkan 500 ekor lainnya disalurkan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto berkenan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,”terangnya.

Distribusi sapi kurban tersebut mencakup seluruh wilayah administrasi Indonesia, yakni 38 Provinsi serta 514 Kabupaten dan Kota.

Namun demikian, terdapat sejumlah daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot yang ditentukan Presiden.

Juri menjelaskan, standar sapi kurban Presiden memiliki bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. 

Karena ada 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan bobot tersebut, maka beberapa wilayah menerima tambahan sapi dari daerah lain.

“Setiap daerah akan mendapatkan satu sapi. Tetapi ada 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar, sehingga ada daerah yang mendapatkan dua sapi,” jelasnya.

Adapun jenis sapi yang dipilih merupakan sapi premium seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue hingga sapi Bali. 

Seluruh sapi dipastikan sehat, tidak cacat, berjenis kelamin jantan, serta telah memenuhi syariat Islam untuk kurban.

“Selain itu sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan tidak cacat,” pungkas Juri. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Ceposonline.com #prabowo #sapi kurban #apbn