Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Rupiah Tertekan dan Harga Emas Melonjak, Ini Jenis Investasi yang Diprediksi Menguntungkan

Elfira Halifa • Minggu, 17 Mei 2026 | 04:59 WIB
Ilustrasi. (JAWAPOS)
Ilustrasi. (JAWAPOS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Melemahnya nilai tukar rupiah di tengah penguatan dolar Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap nilai tabungan dan daya beli. Di saat bersamaan, harga emas justru terus merangkak naik dan kembali menjadi pilihan utama investor sebagai aset pelindung nilai atau safe haven.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin aktif mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman sekaligus mampu memberikan keuntungan di tengah ketidakpastian ekonomi global pada 2026.

Situasi ekonomi dunia diperkirakan masih dibayangi tekanan geopolitik, fluktuasi pasar keuangan, hingga ancaman perlambatan ekonomi global. Meski demikian, peluang investasi dinilai tetap terbuka karena inflasi Indonesia diprediksi masih terkendali di kisaran 2,5±1 persen.

Kondisi itu dinilai memberi ruang bagi bank sentral menjaga suku bunga tetap moderat sehingga pasar investasi masih memiliki peluang tumbuh.

Dilansir dari Bisnis.com, berikut lima instrumen investasi yang diprediksi menarik pada 2026:

1. Emas Tetap Jadi Pilihan Aman
Emas masih menjadi instrumen favorit ketika kondisi ekonomi dan politik global bergejolak. Nilai emas cenderung stabil bahkan meningkat saat pasar keuangan mengalami tekanan.

Pelemahan rupiah juga membuat harga emas domestik terus mengalami kenaikan. Investor konservatif umumnya memilih emas untuk menjaga nilai kekayaan jangka panjang karena risikonya relatif rendah dan mudah dicairkan.

2. Saham Dinilai Masih Prospektif
Saham masih dianggap menarik untuk investasi jangka panjang meski pergerakannya fluktuatif.

Pasar saham Indonesia diperkirakan tetap memiliki peluang pertumbuhan seiring berkembangnya sektor teknologi dan energi terbarukan. Namun, investasi saham tetap membutuhkan strategi dan pemahaman risiko karena sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan sentimen pasar.

3. Obligasi dan SBN Jadi Alternatif Stabil
Bagi investor yang mengutamakan kestabilan, Obligasi Negara Ritel dan Surat Berharga Negara (SBN) dinilai masih menarik.

Instrumen ini dianggap relatif aman karena dijamin pemerintah serta menawarkan imbal hasil kompetitif. Obligasi juga sering digunakan sebagai penyeimbang portofolio karena mampu memberikan pendapatan lebih stabil dibanding aset berisiko tinggi.

4. Kripto Masih Dilirik Investor Muda
Bitcoin dan aset digital lainnya masih menjadi incaran sebagian investor, terutama generasi muda yang mencari peluang keuntungan besar dalam waktu cepat.

Perkembangan teknologi blockchain, DeFi (Decentralized Finance), dan NFT (Non-Fungible Token) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar kripto. Meski regulasi mulai lebih jelas dan investor institusi mulai masuk ke pasar aset digital, investasi kripto tetap memiliki volatilitas tinggi sehingga investor perlu berhati-hati.

5. Reksa Dana Cocok untuk Pemula
Reksa Dana menjadi salah satu instrumen yang banyak dipilih karena praktis dan dikelola oleh manajer investasi profesional.

Instrumen ini cocok bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil namun tetap mendapatkan diversifikasi aset.
Reksa dana saham dan reksa dana campuran diperkirakan masih berpotensi memberikan imbal hasil menarik pada 2026 seiring stabilitas ekonomi domestik.

Investor Diminta Lebih Cermat
Selain memilih instrumen investasi, masyarakat juga diminta memahami profil risiko masing-masing sebelum menempatkan dana.

Instrumen dengan potensi keuntungan tinggi umumnya memiliki risiko lebih besar. Karena itu, diversifikasi aset dinilai penting agar nilai investasi tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.

Perkembangan teknologi, sektor AI, energi terbarukan, hingga kondisi geopolitik dunia diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar investasi sepanjang 2026. (*)

Editor : Elfira Halifa
#DOLLAR #rupiah