Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Prabowo Ingatkan Ancaman Krisis Energi, WFH Jadi Opsi Penghematan BBM

Elfira Halifa • Minggu, 15 Maret 2026 - 14:29 WIB

Potret Presiden RI Prabowo Subianto.
Potret Presiden RI Prabowo Subianto.

CEPOSONLINE.COM.JAYAPURA-Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kabinet mengkaji sejumlah skenario penghematan energi, termasuk kemungkinan penerapan kembali sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) dan pengurangan hari kerja.

 

Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.

 

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

 

“Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” ujar Prabowo.

 

Menurut Presiden, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika terjadi gejolak ekonomi global akibat konflik geopolitik yang berdampak pada lonjakan harga energi dunia.

 

Kenaikan harga minyak tidak hanya memengaruhi sektor energi, tetapi juga dapat berdampak pada biaya transportasi, produksi industri hingga harga pangan.

 

“Lonjakan harga energi akan berdampak ke berbagai sektor, termasuk harga pangan. Karena itu kita harus melakukan langkah-langkah yang proaktif,” tegasnya.

 

Prabowo menjelaskan, konflik antara Iran, Israel dan Amerika Serikat telah memengaruhi stabilitas jalur distribusi energi dunia, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Perairan ini merupakan jalur utama perdagangan minyak dari negara-negara Teluk yang menjadi pemasok energi global.

 

Gangguan pada jalur pelayaran tersebut membuat harga minyak dunia melonjak tajam. Dari sebelumnya sekitar 60 dolar AS per barel, harga minyak sempat menembus sekitar 115 dolar AS per barel.

 

 

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) saat ini berada di kisaran 98,71 dolar AS per barel.

 

Kenaikan tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dipatok sekitar 70 dolar AS per barel. Jika harga minyak terus berada di atas asumsi tersebut, maka beban anggaran negara berpotensi meningkat, terutama pada sektor energi dan subsidi BBM.

 

Dalam arahannya, Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah berhasil melewati krisis besar saat pandemi Covid-19.

 

Pada masa tersebut, kebijakan kerja dari rumah terbukti mampu menjaga aktivitas pemerintahan sekaligus mengurangi mobilitas masyarakat.

 

“Dulu kita atasi COVID dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

 

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak perlu panik menghadapi situasi global yang tidak menentu. Namun, seluruh jajaran kabinet diminta tetap waspada dan menyiapkan berbagai skenario kebijakan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

 

“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah,” tegasnya.

 

Kajian mengenai kemungkinan penerapan WFH, pengurangan hari kerja, serta langkah-langkah efisiensi energi lainnya akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait sebelum diputuskan sebagai kebijakan pemerintah. (*)

Editor : Elfira Halifa
#prabowo #penghematan energi