Tiga Orang Sudah Diamankan Polisi
MERAUKE- Polisi langsung bergerak terkait dengan penemuan jenazah di sekitar pantai Lampu Satu Merauke bernama Gerasius Ndiken (51) pada Kamis (4/3). Kurang dari 24 jam, Polres Merauke berhasil mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Agus Pombos, SIK membenarkan penangkapan ketiga orang tersebut. Namun tiga orang yang sudah diamankan ini bukanlah bagian eksekusi, namun ketiganya mempunyai peran sebagai penjemput korban.
Dari ketiga orang yang sudah diamankan ini, diketahui, kasus pembunuhan terhadap korban telah direncanakan. Korban sendiri, kata Kasat Reskrim, dituduh sebagai tukang Suanggi (santet) yang sudah membunuh banyak orang. Untuk menghentikan aksi korban tersebut, menurut keterangan dari ketiga orang yang sudah diamankan tersebut, kemudian tokoh adat dari 4 golongan mata angin bersama sekitar 500 masyarakat menggelar rapat bersama pada Rabu (3/3) mulai dari pagi pukul 10.00 WIT sampai sore yang semuanya setuju untuk dilakukan eksekusi terhadap korban.
Dari rapat itu pula, kemudian ditunjuk sejumlah orang dengan perannya masing-masing mulai dari melakukan penjemputan sampai eksekusi di lapangan. Maka pada Rabu malam, kata Kasat Reskrim, ketiga orang tersebut menjemput korban yang saat itu berada di Merauke. Selanjutnya minum bersama.
Setelah itu, korban dibawa dengan mobil ke pantai Lampu Satu Merauke. ‘’Menurut ketiga orang ini bahwa setelah sampai di pantai Lampu Satu di tempat dimana titik yang ditentukan, ketiga orang ini pulang karena bagian eksekusi lain. Tapi, ketiga orang ini tahu bahwa korban dieksekusi tapi oleh orang lain yang sudah ditunjuk. Nah, ini yang sementara akan dicari dan jemput,’’ katanya.
Keterangan dari ketiga penjemput ini, bahwa apa yang mereka lakukan tersebut menurut adat Marind adalah benar. Sebab, jika menolak maka ada konsekuensi adat yang harus mereka terima. “Ini yang sementara kita sedang cari dan ungkap apakah yang disampaikan ini benar adanya. Kita masih mencari pihak yang melakukan eksekusi serta otak pembunuhan tersebut,” terangnya.
Kasus seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Beberapa tahun lalu, di Merauke telah terjadi kasus yang sama. Dimana orang yang dituduh melakukan suanggi kemudian dibunuh. (ulo/tri)
Editor : Administrator