Menurutnya, sebagai wakil rakyat yang juga berasal dari Kabupaten Puncak, dirinya memahami kekecewaan masyarakat, khususnya para aparat kampung, terhadap pemerintah daerah.
“Saya memahami betul kekecewaan masyarakat, terutama para aparat desa terhadap pemerintah daerah, tapi tindakan anarkis, merusak dan melukai hanya akan memperpanjang masalah,” kata Anis kepada media ini melalui seluler, Rabu (12/8/2026)
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan damai. Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog dengan pikiran terbuka.
“Sebagai wakil rakyat yang juga berasal dari Kabupaten Puncak, dengan penuh kerendahan hati saya memohon kepada segenap masyarakat Kabupaten Puncak agar kita semua dapat menahan diri untuk Puncak yang aman dan damai,” ujarnya.
Anis menilai dialog menjadi jalan yang lebih baik untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia mengajak pemerintah daerah, masyarakat, maupun seluruh pihak terkait untuk duduk bersama dan membicarakan jalan keluar secara positif.
“Utamakan dialog. Mari selesaikan masalah dengan pikiran terbuka, positif, dan duduk bersama untuk membicarakan jalan keluar terbaik,” katanya.
Selain menahan diri, Anis juga meminta masyarakat menjaga kedamaian dengan menghindari segala bentuk tindakan anarkis. Ia mengingatkan bahwa kondisi yang aman dan damai merupakan kepentingan bersama masyarakat Puncak.
“Jaga kedamaian. Hindari segala bentuk tindakan anarkis agar kita dapat hidup tenang dan damai di tanah kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga meminta agar fasilitas umum dan kantor pemerintahan tidak menjadi sasaran pengrusakan, pembakaran maupun penghancuran. Menurutnya, kantor Bupati, DPR, maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan fasilitas pelayanan publik yang keberadaannya dibutuhkan masyarakat.
“Merusak, membakar, atau menghancurkan fasilitas umum dan kantor pemerintahan, seperti Kantor Bupati, DPR dan OPD, bukanlah solusi atas kekecewaan masalah dana desa,” ujarnya.
Anis menegaskan, pengrusakan fasilitas umum justru akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat sendiri serta berpotensi menghambat proses pembangunan di Kabupaten Puncak.
“Pengrusakan fasilitas umum hanya merugikan masyarakat Puncak sendiri dan membuat pembangunan daerah kita mundur, bukan maju,” katanya.
Untuk itu, Anis mengajak pemerintah daerah, seluruh stakeholder dan masyarakat Kabupaten Puncak bergandengan tangan dalam menyikapi kondisi yang ada secara bijak dan tenang.
“Mari pemerintah, seluruh stakeholder, dan masyarakat Kabupaten Puncak bergandengan tangan menyikapi kondisi ini secara bijak dan tenang,” pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw