Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

“Saya Punya Mama Bukan Binatang” , Seruan Massa Aksi di Asrama Puncak Nabire

Theresia F. Tekege • Senin, 27 April 2026 | 09:38 WIB
Pamflet “ Saya Pu Mama Bukan Binatang sedang dipegang oleh massa aksi di Asrama Puncak Nabire”.  (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Pamflet “ Saya Pu Mama Bukan Binatang sedang dipegang oleh massa aksi di Asrama Puncak Nabire”.  (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Ratusan massa menggelar aksi di titik Asrama Puncak, Nabire, dengan membentangkan sejumlah pamflet berisi pernyataan sikap dan ungkapan keresahan masyarakat Puncak, Senin (27/4/2026).

Salah satu pesan yang paling mencolok dalam aksi tersebut berbunyi, “Saya punya mama bukan binatang,” yang ditegaskan sebagai bentuk protes terhadap situasi yang terjadi di wilayah mereka.

Selain itu, massa juga menyuarakan tuntutan kepada pemerintah pusat agar menarik pasukan non-organik dari Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Puncak.

“Tarik militer non-organik di Tanah Papua,” tulis massa dalam pamflet lainnya.

Tidak hanya itu, massa turut mendesak agar pelaku penembakan terhadap masyarakat sipil di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, diproses hukum secara adil sesuai ketentuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami menuntut penuh pelaku penembakan 10 masyarakat sipil diadili,” tegas massa dalam aksinya.

Dalam tuntutan lainnya, massa juga meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menghentikan tindakan intimidasi terhadap masyarakat sipil.

“TNI stop lakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil,” seru massa aksi.

Sampai berita ini diturunkan, Massa aksi dari titik RSUD Siriwini sudah bergabung bersama Massa aksi di Asrama Puncak, Karang Mulia Nabire dan hingga saat ini mereka masih melakukan orasi. 

Aparat keamanan dengan memarkirkan kendaraan mobil patroli masih mengawal ketat orasi di depan Asrama Puncak di Nabire. (*)

Editor : Agung Trihandono
#konflik puncak #Nabire Papua Tengah #Ceposonline.com