Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Demo di Nabire, Masyarakat dan Mahasiswa Serukan Sejumlah Tuntutan Ini

Theresia F. Tekege • Senin, 27 April 2026 | 08:51 WIB
Spanduk pernyataan Sikap yang ditulis dengan tangan yang dibentangkan di tengah-tengah aksi massa di Pasar Karang, Senin (27/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA D. TEKEGE) 
Spanduk pernyataan Sikap yang ditulis dengan tangan yang dibentangkan di tengah-tengah aksi massa di Pasar Karang, Senin (27/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA D. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  – Ratusan Masyarakat dan Mahasiswa di Nabire menggelar aksi demonstrasi damai menyerukan agar Presiden Republik Indonesia menarik TNI Non Organik dan tangkap serta adili pelaku penembakan 10 masyarakat sipil di Kemburu Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.


Aspirasi tersebut dituangkan dalam sebuah spanduk yang dibentangkan di salah satu titik dalam aksi massa di Nabire, Selasa (27/4/2026).

Dalam spanduk tersebut masyarakat dan mahasiswa mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah tegas terhadap aparat yang diduga terlibat dalam insiden penembakan yang menewaskan 10 warga sipil.

“Presiden RI Prabowo Subianto segera tarik TNI non-organik dan tangkap, pecat dan adili pelaku yang menembak 10 korban sipil di Kemburu, Puncak,” demikian bunyi tuntutan yang tertulis pada spanduk yang dibentangkan dalam aksi.

Dari pantauan media ini, Massa aksi di pasar karang mulai berkumpul di titik aksi sekitar pukul 07:30 dan dikawal ketat aparat keamanan yang berjaga-jaga. 

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan empat poin tuntutan utama diantaranya; Pertama, mengusut tuntas serta mengadili pelaku penembakan terhadap 10 warga sipil di Distrik Kemburu. Kedua, menarik TNI non-organik serta menghentikan operasi militer di Tanah Papua.

Ketiga, menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat sipil Papua. Keempat, memberikan jaminan ruang aman serta keadilan bagi masyarakat Papua.

Aksi penyampaian aspirasi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap situasi keamanan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Puncak, yang belakangan kembali memanas.

Masyarakat dan mahasiswa dalam aksi ini berharap pemerintah pusat dapat segera merespons tuntutan tersebut secara serius demi terciptanya rasa aman dan keadilan bagi masyarakat sipil.

“ Papua Darurat militer. pemerintah pusat hingga daerah jangan diam. Berikan kami keadilan dan rasa aman sebagai manusia,” tulis massa aksi dalam pamflet lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Massa aksi masih berorasi di Pasar Karang Nabire dan gabungan aparat keamanan masih berjaga dan mengawal ketat penyampaian orasi massa aksi. (*)

Editor : Agung Trihandono
#mahasiswa #Nabire Papua Tengah #Ceposonline.com #Puncak #konflik