Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Sejumlah Siswa dan Guru di Nabire Alami Diare Usai Makan Menu MBG, BGN Siap Lakukan Evaluasi

Theresia F. Tekege • Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:14 WIB

 

Ketua BGN Wilayah Nabire, Marsel Asyerem saat memberikan keterangan kepada media. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Ketua BGN Wilayah Nabire, Marsel Asyerem saat memberikan keterangan kepada media. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Sejumlah siswa dan guru di beberapa sekolah di Kabupaten Nabire dilaporkan mengalami gejala diare, muntah, dan pusing setelah makan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nabire memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.


Koordinator wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan pelayanan MBG di wilayah Kampung Lani mulai dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026).

Setelah itu, beberapa siswa dan guru dari tiga sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan gejala yang sama.


“Setelah kami amati, gejala yang dialami para siswa dan guru hampir sama, yaitu diare, muntah dan pusing,” kata Marsel kepada media pada Jumat, (13/3/2026).


Ia menjelaskan dapur MBG di wilayah tersebut melayani 17 sekolah dengan total sekitar 1.892 siswa dan guru. Dari jumlah tersebut, hanya tiga sekolah yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.


“Dapur MBG di wilayah ini melayani 17 sekolah dengan sekitar 1.892 siswa dan guru, namun yang mengalami gangguan kesehatan hanya dari tiga sekolah,” ujarnya.


Menurut Marsel, para guru sebelumnya tidak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak BGN karena khawatir menimbulkan kesalahpahaman terhadap program MBG. Mereka hanya berkonsultasi secara terbatas terkait gejala yang dialami.

Meski demikian, pihak BGN memastikan para siswa dan guru yang sakit mendapatkan penanganan medis.


“Kami memastikan para siswa dan guru yang sakit mendapatkan penanganan medis agar kondisi mereka segera membaik,” kata dia.


BGN Nabire juga telah berkoordinasi dengan tenaga medis. Berdasarkan keterangan dokter, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan memiliki gejala yang sama, yakni diare, muntah dan pusing. Namun pemeriksaan lanjutan belum dapat dilakukan karena tenaga laboratorium sedang libur.


Untuk sementara, tenaga medis hanya memberikan penanganan agar pasien tidak mengalami dehidrasi. Pemeriksaan laboratorium dijadwalkan dilakukan pada hari berikutnya untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan.


“Dokter menyampaikan dugaan sementara ada bakteri yang mempengaruhi daya tahan tubuh, tetapi kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas Marsel.


Ia menambahkan, perbedaan daya tahan tubuh setiap orang juga bisa menjadi faktor mengapa tidak semua siswa yang menerima makanan mengalami gejala yang sama.

Selain memastikan penanganan medis bagi para pasien, BGN Nabire juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan makanan di dapur penyedia layanan.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya pengawasan makanan agar lebih diperketat,” tegas dia.


Marsel menambahkan pihaknya bersyukur kejadian tersebut tidak terjadi di sekolah-sekolah lain yang juga menerima pelayanan MBG.

“Kami bersyukur kejadian ini tidak terjadi di sekolah-sekolah lain yang juga menerima pelayanan MBG,” pungkas Ketua BGN wilayah Nabire. (*)

Editor : Agung Trihandono
#diare #Papua Tengah #Ceposonline.com #Makan Bergizi Gratis (MBG) #NABIRE