Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pemkab Nabire Larang Pemotongan Babi Betina Produktif

Theresia F. Tekege • Jumat, 13 Maret 2026 - 00:52 WIB

 

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita.(CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita.(CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan mulai melakukan langkah pemulihan sektor peternakan setelah terdampak wabah African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan banyak ternak babi milik masyarakat mati.

 

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, mengatakan tahun ini pihaknya menjalankan program restocking atau pengisian kembali kandang-kandang milik masyarakat yang kosong akibat wabah tersebut.

 

“Pasca wabah ASF, banyak kandang milik masyarakat yang kosong karena ternak babi mati. Oleh karena itu, pada program tahun ini kami berupaya melakukan restocking, yaitu pengisian kembali kandang-kandang yang kosong,” ujar drh. I Dewa Ayu Dwita kepada media, di sela-sela kegiatan pangan murah yang digelar Pemkab Nabire di lapangan Kodim Nabire,Kamis (12/3/2026).

 

Ia menjelaskan, bantuan bibit babi akan diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh wabah ASF, khususnya bagi orang asli Papua (OAP).

 

Namun jumlah bantuan yang diberikan pada tahun ini masih terbatas karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.

 

“Karena tahun ini kita mengalami efisiensi anggaran, bantuan yang diberikan tidak banyak dan hanya bersifat stimulus”

 

“Kemungkinan satu kelompok mendapatkan satu pasang bibit untuk dikembangkan. Totalnya sekitar seratusan ekor lebih, jadi tidak banyak karena anggaran kita juga terbatas,” jelasnya.

 

Selain menyalurkan bibit babi, Dinas Peternakan Nabire juga memperketat pengawasan terhadap pemotongan ternak guna menjaga populasi.

 

Ia menegaskan bahwa babi betina yang masih produktif tidak diperbolehkan untuk dipotong agar proses perkembangbiakan tetap berjalan.

 

“Pemotongan babi yang diperbolehkan adalah babi penggemukan. Untuk menjaga populasi, babi betina yang masih produktif tidak boleh dipotong,” tegasnya.

 

Sementara itu, terkait kondisi pasar, Ayu mengungkapkan bahwa harga babi di Nabire mengalami kenaikan cukup signifikan sejak November 2025. Hal ini dipicu oleh menipisnya stok babi potong di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

 

Meski pemerintah telah mendatangkan babi hidup dari daerah yang dinyatakan bebas ASF seperti Biak, Serui, Sorong, dan Manokwari, pasokan tersebut dinilai masih belum mampu menekan harga di pasaran.

 

“Kami sudah memasukkan babi dari daerah bebas ASF seperti Biak, Serui, Sorong, dan Manokwari. Namun harga masih tetap tinggi karena permintaan masyarakat terus meningkat sementara stok masih terbatas. Babi hidup yang didatangkan dari kabupaten tetangga itu belum mampu memenuhi kebutuhan,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#Nabire Papua Tengah #pemotongan babi #Ceposonline.com #babi