Kabut Asap di Mimika: Kasus ISPA Melonjak Hingga Lebih dari 72 Ribu Penderita

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Potret salah satu kawasan di Mimika pada siang hari. Masyarakat tetap beraktivitas di tengah kepungan kabut asap. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Potret salah satu kawasan di Mimika pada siang hari. Masyarakat tetap beraktivitas di tengah kepungan kabut asap. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga mencapai 72.977 penderita per Oktober 2026. 

Peningkatan ini dipicu oleh fenomena kabut asap serta perubahan suhu udara ekstrem yang melanda wilayah Mimika sejak September 2026.

Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Kesehatan dari seluruh fasilitas Puskesmas se-Kabupaten Mimika, wilayah Tembagapura menjadi penyumbang kasus terbesar.

Sebaran Kasus ISPA Terbanyak di Mimika:

1. Puskesmas Tembagapura: 21.106 kasus
2. Puskesmas Wania: 11.466 kasus
3. Puskesmas Karang Senang: 8.116 kasus

Risiko Komplikasi Kesehatan Lainnya

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengonfirmasi peningkatan signifikan ini dan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Kasus ISPA nya meningkat pada saat ini. Jadi, selama ada kabut asap gunakanlah masker dan jangan keluar rumah kalau tidak perlu," ujar Kamaludin saat diwawancarai, Rabu (14/10/2026). 

Kamaludin menambahkan bahwa pajanan kabut asap yang berkepanjangan tidak hanya memicu ISPA, tetapi juga berisiko memperburuk kondisi penderita Tuberkulosis (TBC), pneumonia, serta memicu gangguan penglihatan seperti konjungtivitis (mata merah).

Sebelum fenomena kabut asap melanda, ISPA sendiri sudah konsisten masuk dalam daftar 10 besar penyakit terbanyak yang ditangani oleh Puskesmas di Mimika.

Langkah Antipasi dan Respons Dinkes

Sebagai langkah tanggap darurat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah menerbitkan edaran resmi terkait kewaspadaan dini terhadap ancaman penyakit akibat paparan kabut asap. Selain itu, aksi pembagian masker secara gratis telah dilakukan untuk memicu kesadaran masyarakat.

"Kemarin kita sudah stimulus untuk pemberian masker di jalan supaya bisa meningkatkan awareness ke masyarakat bahwa, Oh, saya harus pakai masker. Bahkan, Dinas Kesehatan juga sudah bagi-bagi masker yang artinya berarti ada tanda bahaya," ucapnya.

Guna mencegah komplikasi lebih lanjut, pihak Dinkes mengimbau warga yang mengalami gangguan atau keluhan pada saluran pernapasan untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
kabut asap mimika Ceposonline.com