Ribuan Titik Panas Mengepung, Kualitas Udara Mimika Memburuk Sangat Tidak Sehat

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 14:42 WIB
Kualitas udara di Kabupaten Mimika memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat, Senin (12/10/2026). (F CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kualitas udara di Kabupaten Mimika memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat, Senin (12/10/2026). (F CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Mimika mendeteksi sebanyak 7.991 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Tanah Papua.

 Angka tersebut terekam dalam kurun waktu 24 jam, mulai 11 Oktober pukul 02.00 WIT hingga 12 Oktober 2026 pukul 02.00 WIT.

Dari total sebaran titik panas tersebut, BMKG mencatat tingkat kepercayaan sedang mendominasi sebanyak 7.002 titik (87,6%). 

Sementara itu, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 544 titik (6,8%), dan tingkat kepercayaan rendah sebanyak 445 titik (5,6%).

Pihak BMKG menjelaskan bahwa pemantauan hotspot dikategorikan ke dalam tiga tingkat kepercayaan. Tingkat rendah mengindikasikan kemungkinan kecil adanya titik api yang masih memerlukan verifikasi lapangan. 

Tingkat sedang menunjukkan probabilitas cukup besar keberadaan titik api. Sedangkan tingkat tinggi menandakan potensi kuat adanya titik api aktif yang membutuhkan tindakan penanganan segera.

“Sebaran hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Merauke yakni 4.910 titik, diikuti Kabupaten Boven Digoel 1.132 titik, dan Kabupaten Kaimana 724 titik,” tulis BMKG siaran resmi, Senin (12/10/2026).

BMKG mengimbau agar konsentrasi hotspot berkepercayaan tinggi di Kabupaten Merauke mendapat perhatian khusus dari otoritas terkait. Pasalnya, lonjakan titik panas tersebut berpotensi kuat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar.

Kondisi Papua Tengah dan Anomali Kualitas Udara Mimika

Khusus di wilayah Provinsi Papua Tengah, pemantauan hingga 12 Oktober 2026 pukul 09.00 WIT mendeteksi keberadaan 136 titik panas. 

Jumlah ini terdiri atas 125 titik tingkat sedang dan 11 titik tingkat tinggi. Sebaran hotspot di Papua Tengah teridentifikasi di beberapa daerah, antara lain:
1. Kabupaten Deiyai: 43 titik (39 sedang, 4 tinggi)
2. Kabupaten Dogiyai: 40 titik (37 sedang, 3 tinggi)
3. Kabupaten Nabire: 22 titik (20 sedang, 2 tinggi)
4. Kabupaten Puncak: 18 titik (seluruhnya tingkat sedang)
5. Kabupaten Paniai: 10 titik (8 sedang, 2 tinggi)
6. Kabupaten Puncak Jaya: 2 titik (seluruhnya tingkat sedang)
7. Kabupaten Intan Jaya: 1 titik (tingkat sedang)
8. Kabupaten Mimika: Nihil titik panas

Meski satelit pemantau menunjukkan Kabupaten Mimika nihil titik panas, daerah ini justru mengalami degradasi kualitas udara yang signifikan. 

Pemantauan BMKG pada pukul 08.00 WIT mencatat kualitas udara di Mimika sempat masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut memburuk selang dua jam kemudian. Data resmi BMKG Pusat pukul 09.58 WIT mengonfirmasi indikator kualitas udara di Kabupaten Mimika melonjak ke kategori sangat tidak sehat. 

Paparan asap kiriman dari wilayah sekitar ditengarai menjadi pemicu utama memburuknya pencemaran udara di wilayah tersebut.(*)

Editor : Agung Trihandono
kabut asap mimika Ceposonline.com