Kabut Asap Mimika Memburuk, Dinkes Segera Distribusikan Masker ke Sekolah

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 13:20 WIB
Jarak pandang yang pendek di Jalan Cenderawasih SP 3 Timika akibat dikepung kabut asap Karhutla kiriman dari Papua Selatan. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Jarak pandang yang pendek di Jalan Cenderawasih SP 3 Timika akibat dikepung kabut asap Karhutla kiriman dari Papua Selatan. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kualitas udara di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus memburuk akibat paparan kabut asap yang kian pekat.

 Menanggapi kondisi darurat lingkungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan pembagian masker secara masif, utamanya ke sekolah-sekolah dan pusat keramaian warga.

Langkah preventif ini diambil guna menekan risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.

"Untuk sikapi masalah kabut asap—Saya sudah minta Puskesmas dan bidang di Dinas Kesehatan bagikan masker ke anak-anak sekolah dan masyarakat," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marcelino Mameyau, saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).

Selain menyasar institusi pendidikan, Marcelino menegaskan bahwa seluruh Puskesmas di wilayah Mimika telah diperintahkan untuk turun langsung ke masyarakat di wilayah kerja masing-masing guna membagikan masker dan memantau kondisi kesehatan warga.

Terkait dengan rencana pembentukan posko kesehatan khusus penanganan dampak kabut asap, otoritas kesehatan daerah masih menanti keputusan dari pimpinan daerah.

“Terkait itu nanti kita komunikasi lagi dengan Pak Bupati terlebih dahulu,” ungkap Marcelino.

Di tengah upaya mitigasi oleh pemerintah, Dinkes Mimika turut mengimbau kesadaran kolektif warga untuk melakukan perlindungan mandiri serta membatasi aktivitas di luar ruangan (outdoors) jika tidak mendesak.

"Meskipun masker sudah kita bagikan, masyarakat diharapkan punya inisiatif sendiri untuk membeli masker di apotek. Setiap kali keluar rumah, wajib menggunakan masker," tegasnya.

Marcelino mengimbau warga yang mulai mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk atau sesak napas untuk tidak menunda pengobatan dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Bagi warga yang mulai merasakan gangguan kesehatan seperti batuk atau sesak napas, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat,” tutupnya.(*)

Editor : Agung Trihandono
kabut asap mimika Ceposonline.com