Tim Gabungan Amankan 213 Liter Sopi dalam Razia Kapal di Dermaga Pomako

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:06 WIB
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Teguh Krisandi Fardha bersama tim gabungan memeriksa barang bawaan penumpang KM Leuser yang tiba di Dermaga Pomako, Timika, Papua Tengah, Minggu (20/9/2026). ( CEPOSONLINE.COM/POLSEK KAWASAN PELABUHAN POUMAKO)
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Teguh Krisandi Fardha bersama tim gabungan memeriksa barang bawaan penumpang KM Leuser yang tiba di Dermaga Pomako, Timika, Papua Tengah, Minggu (20/9/2026). ( CEPOSONLINE.COM/POLSEK KAWASAN PELABUHAN POUMAKO)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Riuk gelombang laut di Dermaga Pomako baru saja surut saat KM Leuser membuang sauh, Minggu (20/9/2026) pagi.

 Kapal penumpang milik PT Pelni yang bertolak dari Tual, Maluku Tenggara, itu membawa ratusan warga pesisir yang hendak memadu nasib di Mimika, Papua Tengah. 

Namun, di balik tumpukan kardus bahan makanan dan tas kain para penumpang, aparat gabungan mencium aroma menyengat yang samar.

Pagi itu, personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Pomako bersama Sat Polairud dan Lanal Timika menggelar razia rutinitas terhadap setiap pergerakan barang dan penumpang yang menginjakkan kaki di dermaga.

 Hasilnya, petugas menjaring 213 liter minuman keras lokal jenis sopi atau cap tikus (CT) yang diselundupkan secara gelap.


"Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa minuman keras lokal sebanyak 213 liter yang dibawa penumpang yang hendak turun ke Timika," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Teguh Krisandi Fardha, Senin (21/9/2026). 

Petugas kepolisian mengidentifikasi modus operandi penyelundupan yang terbilang kian rapi. Para pemilik barang umumnya tak membawa pasokannya secara terbuka. 

Sopi dikemas dalam kantong-kantong plastik tebal, lalu disembunyikan di lipatan pakaian atau diselip di antara bahan makanan yang hendak dijajakan di pasar-pasar Mimika. 

Sebagian pelaku bahkan menitipkan barang haram tersebut kepada penumpang lain dengan dalih barang kebutuhan sehari-hari demi menyambung hidup.

Seluruh barang bukti disita di tempat, sementara para terduga pelaku penyelundupan langsung digiring menuju ruang penyidikan.

"Pihaknya akan terus menggali dengan memintai keterangan para pelaku yang berhasil diamankan guna mengungkap motif aksi yang dilakukan oleh para pelaku," ujar Teguh. 

Saat ini, Tim Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para terduga pelaku untuk memetakan jaringan pemasok dari Maluku Tenggara.

Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Peredaran minuman keras ilegal di kawasan pesisir kerap menjadi pemantik utama timbulnya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat. 

Karena itu, razia berkala di pintu masuk jalur laut akan terus ditingkatkan, mencakup penyisiran kapal penumpang hingga penindakan pada titik-titik pembuatan dan penampungan di darat.

Mengingat garis pantai dan pelabuhan rakyat Mimika yang luas, kepolisian menegaskan pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan personel berseragam. 

Kolaborasi lintas instansi dan kepekaan masyarakat lokal menjadi benteng utama dalam membendung arus barang ilegal.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat maupun stakeholder agar tetap bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan di wilayah pesisir dengan tetap melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens," tegas Teguh. (*)

Editor : Agung Trihandono
RAZIA mimika Ceposonline.com sopi