CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepolisian Resor Mimika mengandalkan kerja sama dan jaringan komunikasi dengan tokoh masyarakat serta keluarga korban guna melacak keberadaan tujuh warga yang masih disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan pihak keluarga di Kampung Bela 1, Distrik Alama, sebelum akhirnya diterbangkan ke Timika pada Senin, 14 September 2026.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengonfirmasi bahwa Demerina—yang berada dalam kondisi hamil—kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Timika akibat trauma berat.
"Untuk 7 korban sisa yang belum itu, kita sedang terus komunikasi dan dibantu dengan masyarakat, khususnya keluarga dari korbannya. Jadi intinya kita koordinasinya dengan masyarakat yang mau membantu kita untuk mereka melakukan pencarian, sama seperti yang pencarian dua yang kabur ini toh," ujar Kapolres, Rabu (16/9/2026).
Pihak kepolisian memfokuskan penanganan awal pada pemulihan fisik dan psikis Demerina sebelum menggali keterangan lebih jauh mengenai keberadaan para penyandera.
"Terus untuk korban yang selamat, kondisinya overall sih masih aman. Dan kita ketahui juga memang kondisinya sedang hamil ya. Namun, pascakejadian ini memang masih trauma, belum bisa diajak bicara, masih menutup diri, sehingga kita butuh penanganan yang lebih soft supaya dia mau bisa terbuka gitu ya. Untuk saat ini masih belum bisa diajak bicara," jelasnya.
Terkait langkah penanganan lanjutan dan lokasi perlindungan bagi korban, kepolisian masih akan membicarakan hal tersebut bersama pihak keluarga.
"Dan untuk masalah untuk dikembalikan atau keluarga yang di Timika atau di kampung, nanti itu kan belum kita bisa ambil keputusan itu karena pastinya kita harus berkomunikasi dengan keluarganya juga. Yang kedua, kita kan juga harus masih mendalami informasi dari korban, makanya itu saat ini tahap-tahap pemulihan dulu yang kita lakukan," tegas Kapolres.
Upaya pencarian oleh warga dan aparat fokus melacak keberadaan tujuh korban lain yang mayoritas masih berusia anak-anak dan remaja.
Berdasarkan data resmi kepolisian, mereka adalah Alin Mesawarol (SD), Nopi Aim (SD), Opinte Mesawaro (SD), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), serta Miante Nibilingame (13).
Sementara itu, satu korban lain yang sempat melarikan diri bersama Demerina, yakni Yotina Tsenawatme, dipastikan meninggal dunia di dalam hutan akibat kelelahan dan ketiadaan asupan makanan selama bertahan hidup di tengah pelarian.
(*)
Editor : Lucky Ireeuw