CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru menemukan satu unit mobil Toyota Avanza yang diduga kuat digunakan sekelompok pelaku dalam aksi penganiayaan berat berujung kematian Eliu Hagabal (20) di area Jalan Freeport Lama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kendaraan roda empat jenis Avanza yang berstatus mobil sewaan itu ditemukan polisi di salah satu tempat usaha penyewaan kendaraan di Jalan Ahmad Yani, Kota Timika, pada Rabu (2/9/2026).
Saat dipakai dalam mengeksekusi korban pada Selasa siang (1/9/2026), seluruh pelat nomor polisi pada kendaraan tersebut sengaja dilepas para pelaku untuk menyamarkan jejak.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengonfirmasi penemuan barang bukti vital tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan itu disewa oleh para pelaku melalui mekanisme sub-rental dari pemilik langganan mereka.
“Mobil tersebut kami temukan di salah satu lokasi penyewaan di Jalan Ahmad Yani,” kata Alredo saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Alredo menjelaskan, pemilik usaha penyewaan kendaraan tidak mengetahui sama sekali bahwa armada miliknya bakal dimanfaatkan untuk melancarkan aksi kejahatan.
Berdasarkan penelusuran dokumen dan keterangan saksi di tempat rental, penyidik kepolisian kini telah mengantongi identitas salah satu pelaku penyerangan dan sedang melakukan pemburuan di lapangan.
Menyikapi modus operandi penjahat yang memanfaatkan mobil sewaan, Kapolres Mimika mewanti-wanti para penyedia jasa rental di Kota Timika agar memperketat prosedur verifikasi administrasi calon pengguna kendaraan.
“Setiap rental mobil wajib meminta identitas penyewa. Ini untuk meminimalisir penyalahgunaan kendaraan,” tegas Alredo.
Peristiwa penganiayaan berdarah ini terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.25 WIT. Saat itu, korban Eliu Hagabal bersama rekan perempuannya, YW (24), dipepet dan dihadang oleh tiga orang tak dikenal yang keluar dari mobil Avanza tersebut.
Korban menderita sejumlah luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuh sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Mimika.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis darurat dari tim medis, nyawa pelajar berusia 20 tahun tersebut tidak tertolong.
Eliu dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat pada Selasa sore sekitar pukul 17.30 WIT. Kepolisian memastikan proses hukum terus berjalan untuk menangkap seluruh komplotan pelaku.(*)
Editor : Elfira Halifa