Jejak Kematian Eliu Hagabal dan Keterlibatan Mobil Avanza yang Masih Misteri

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:34 WIB
Polisi saat mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Polisi saat mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika bersama Polsek Mimika Baru mengusut tuntas kasus penganiayaan berat berdarah yang berujung pada kematian Eliu Hagabal (20), seorang pelajar di Timika. 

 

Korban dinyatakan menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika setelah sempat mendapatkan penanganan medis intensif akibat sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya.

 

Kematian Eliu dikonfirmasi oleh Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki. “Korban meninggal dunia tadi sore di RSUD Mimika setelah mendapatkan perawatan medis. Jenazah masih di rumah sakit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

 

Rangkaian peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.20 WIT. Saat itu, Eliu bersama rekan perempuannya, YW (24), berboncengan sepeda motor dari Jalur 3 Kampung Olaroa, Kwamki Narama, menuju pusat Kota Timika. 

 

Eliu berencana kembali ke tempat kosnya, sedangkan YW hendak pulang ke rumahnya di kawasan Jayanti.

 

Namun, saat itu sebelum mencapai bundaran Check Point 28, YW menyadari ada sebuah mobil yang membuntuti mereka dan sempat menyarankan agar memutar balik kendaraan. 

 

Namun, saran tersebut tidak dihiraukan oleh Eliu. Saat melewati bundaran, mobil yang diduga jenis Toyota Avanza itu langsung memepet sepeda motor korban, meski Eliu masih berupaya memacu kendaraannya melaju ke arah Timika.

 

Pengadangan berlanjut di area Jalan Freeport Lama sekitar pukul 12.25 WIT. “Dan pada saat dipepet kedua kalinya, korban berhenti dan loncat dari motor kemudian berlari ke arah TKP, sedangkan korban YW melihat ada tiga orang yang turun dari mobil dengan membawa alat tajam dan melakukan kekerasan terhadap korban EH,” kata Iptu Yusak Sawaki, Rabu (2/9/2026).

 

Serangan brutal dari tiga orang tak dikenal (OTK) tersebut membuat Eliu menderita luka bacok di pelipis kiri, luka bacok di kaki kiri, luka tusuk di perut kanan, luka sayat di paha kanan, serta luka sabetan pada bahu belakang sebelah kiri. 

 

“Dalam insiden tersebut, korban EH mengalami luka yang cukup serius di bagian wajah dan bagian kepala serta kaki, sedangkan YW mengalami luka gores di bagian tangan,” pungkas Yusak.

 

Usai mengeksekusi korban hingga tergeletak bersimbah darah, ketiga pelaku langsung kabur menggunakan mobil tersebut. 

 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Amir Rado, menjelaskan bahwa personel Polsek Mimika Baru bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi korban ke RSUD Mimika menggunakan mobil patroli.

 

Pihak kepolisian kini telah mengantongi keterangan saksi mengenai ciri-ciri kendaraan dan para pelaku. "Saat ini tim gabungan Satreskrim Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku tersebut," tegas Iptu Amir Rado.

 

Polres Mimika mengimbau pihak keluarga korban agar tidak mengambil tindakan sendiri berdasarkan asumsi pribadi. 

 

Kepolisian meminta keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum serta menegaskan akan bertindak tegas mengusut tuntas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

 

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
mimika Polres Mimika