Pembakaran Kantor Pemerintah di Puncak, Kapolda Papua Tengah Kirim Pasukan dan Penyidik

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:11 WIB
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepolisian Daerah Papua Tengah menerjunkan satu satuan setingkat peleton (SST) Brimob dan tim penyidik ke Kabupaten Puncak pascapembakaran sejumlah kantor pemerintah daerah pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. 

Aksi pembakaran tersebut dipicu oleh ketidakpuasan warga terkait penyaluran dana kampung.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, mengonfirmasi bahwa pemicu utama kerusuhan tersebut adalah persoalan komunikasi dan keterlambatan pembagian dana desa di beberapa wilayah.

“Ya. Untuk Kabupaten Puncak, seperti Rekan-rekan ketahui, semalam terjadi ketidakpuasan terhadap pembagian dana kampung. Kami kepolisian sudah melakukan langkah-langkah. Hari ini kami kirim BKO Brimob 1 SST untuk backup Polres Puncak, untuk kembalikan situasi biar kembali kondusif. Tinggal kita komunikasi dengan Pemda. Ada beberapa kampung yang menurut info dari Pemda sana belum dibagikan dana kampungnya,” ujar Jermias saat ditemui wartawan di Mimika, Rabu (12/8/2026).

Jermias meminta Pemerintah Kabupaten Puncak, khususnya bupati, untuk segera membuka ruang dialog guna menyelesaikan persoalan alokasi anggaran tersebut agar tidak kembali menyulut emosi warga.

“Saya berharap Pemda, khususnya Bupati, bangun komunikasi biar dana itu dibutuhkan oleh kepala kampung untuk membangun kampungnya, komunikasi baik dengan kepala kampung. Kami siap mengamankan. Saya sudah komunikasi juga dengan Danrem. Danrem hari ini sudah naik. Saya mungkin menyusul, kalau enggak hari ini, besok melihat cuaca. Besok saya menyusul,” katanya.

Meski sempat memanas pada malam hari, situasi keamanan di Puncak dilaporkan telah berangsur terkendali pada Rabu pagi. Kapolres Puncak diinstruksikan untuk terus memantau pergerakan massa serta meredam potensi konflik susulan.

“Harapan saya itu ya. Tapi situasi pagi ini sudah kondusif. Kapolres sudah saya perintahkan untuk ambil langkah-langkah untuk ciptakan kembali suasana kondusif, bangun komunikasi dengan pemerintah daerah,” tutur Jermias.

Terkait proses hukum terhadap para pelaku pembakaran, Polda Papua Tengah menerjunkan tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti.

“terkait penegakan hukum terhadap pelaku, besok saya naik kan saya bawa tim penyidik dari Polda, dari Krimum dan ada beberapa penyidik dari Krimsus yang kita backup-kan untuk melakukan penyelidikan. Minimal kita olah TKP, kemudian kita kumpulkan data-data dan bukti-bukti yang ini untuk kita lakukan penyelidikan lanjutan. Ya,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikannya tidak ada jatuhnya korban jiwa dalam insiden pembakaran fasilitas negara tersebut.

"Sampai pagi ini kita dapat info belum ada korban jiwa," pungkas Jermias.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Papua Tengah mimika kapolda Ceposonline.com