Ada Tim Khusus Dibentuk Polisi di Mimika, Ini Targetnya

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:51 WIB
Polisi mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian untuk dibawa ke RSUD Mimika. (Foto: Humas Polres Mimika).
Polisi mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian untuk dibawa ke RSUD Mimika. (Foto: Humas Polres Mimika).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pembunuhan tragis yang menimpa seorang tukang ojek di kawasan Lorong Amungsa Indah, samping Jembatan Waker, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Sabtu, 25 Juli 2026 lalu menyita perhatian publik dan aparat penegak hukum.

 

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, memberi instruksi khusus untuk mengusut tuntas kasus yang menggemparkan warga Kabupaten Mimika tersebut.

 

Sebagai langkah cepat, kepolisian langsung menerjunkan Tim Khusus (Timsus) untuk melacak keberadaan pelaku yang hingga kini masih misterius.

 

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan bahwa perburuan pelaku kini menjadi prioritas utama jajarannya di lapangan.

 

“Kasus ini sudah menjadi atensi Bapak Kapolda. Beliau memerintahkan saya membentuk tim khusus untuk mengungkap dan menangkap pelakunya,” jelas AKBP Alredo saat ditemui di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (28/7/2026).

 

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan penyidik mengungkap fakta krusial dimana seluruh barang berharga milik korban utuh di lokasi kejadian.

 

Polisi mengamankan sepeda motor, helm, telepon seluler, hingga dompet milik korban yang tak tersentuh.

 

Temuan ini mematahkan spekulasi jika korban diserang oleh kawanan pembegal jalanan.

 

“Pelaku tidak meninggalkan barang bukti. Yang ditemukan hanya barang-barang milik korban di lokasi kejadian,” ungkap Alredo.

 

“Fokus kami sekarang adalah menemukan pelakunya terlebih dahulu. Setelah itu baru kami dalami motifnya. Yang jelas, kasus ini menjadi atensi Kapolda Papua Tengah,” imbuhnya.

 

Polisi mengimbau warga yang mengetahui pergerakan mencurigakan di sekitar Jembatan Waker pada Sabtu malam lalu untuk bersuara.

 

“Sekecil apa pun informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kami. Kami akan terus mendalami kasus ini sampai pelakunya berhasil ditangkap,” kata Alredo.

(*)

 

Editor : Abdel Gamel Naser
Papua Tengah mimika Ceposonline.com