Antisipasi Begal Malam, Polres Mimika Tawarkan Pengawalan Gratis Warga

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:50 WIB
 Aparat kepolisian yang melakukan patroli di Mimika saat malam hari. (Ceposonline.com/ Humas Polres Mimika).
 Aparat kepolisian yang melakukan patroli di Mimika saat malam hari. (Ceposonline.com/ Humas Polres Mimika).

 CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Maraknya aksi kejahatan jalanan pada malam hari memaksa Kepolisian Resor (Polres) Mimika, Papua Tengah, mengambil langkah tak biasa. 

Selain memperketat pengawasan di titik-titik rawan, polisi meluncurkan layanan pengawalan gratis bagi warga yang merasa terancam saat harus melintasi jalanan Mimika hingga larut malam.

Langkah ini diambil guna merespons meningkatnya kerawanan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) belakangan ini. 

Fenomena begal dan kejahatan malam di jalanan kian meresahkan warga, terutama mereka yang berdomisili di kawasan pinggiran atau jauh dari pusat kota.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan bahwa kejahatan jalanan tidak boleh dibiarkan menguasai ruang publik. 

Menurutnya, kepolisian berkewajiban hadir secara fisik untuk menjamin keselamatan warga di jam-jam rawan.

“Jadi polisi itu kewajiban untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga. Kalau warga pulang larut dan takut, bisa minta antar polisi untuk pulang kalau rumahnya jauh, antarnya gratis,” kata Alredo, Senin (27/7/2026).

​Penawaran pengawalan gratis ini berjalan beriringan dengan penindakan di lapangan. Polres Mimika memadukannya dengan menggelar patroli besar-besaran melalui Operasi Sikat Noken 2026.

Operasi berskala besar tersebut menyasar arteri jalan utama, pemukiman padat penduduk, hingga lorong-lorong sepi yang kerap dijadikan lokasi pengintaian oleh pelaku kejahatan. 

Selain melakukan razia dan pemeriksaan terhadap potensi gangguan keamanan, personel di lapangan diinstruksikan untuk selalu siap siaga merespons permintaan pengawalan dari masyarakat.

​Inisiatif ini diharapkan mampu memutus ruang gerak pelaku kriminalitas jalanan sekaligus mengikis rasa cemas masyarakat. 

Kehadiran personel kepolisian di medan rawan menjadi sinyal bahwa negara hadir untuk melindungi warga dari ancaman aksi kejahatan malam. (*)

Editor : Agung Trihandono
Papua Tengah mimika Ceposonline.com