Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

BMKG: Cuaca Ekstrem dan Risiko Banjir-Longsor Mengancam Mimika

Wahyu Welerubun • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41 WIB
Ilustrasi By Moh. Wahyu Welerubun.
Ilustrasi By Moh. Wahyu Welerubun.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Mozez Kilangin Mimika berkolaborasi dengan Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan serangkaian peringatan dini berantai sepanjang hari Rabu (10/6/2026). 

Otoritas memperingatkan potensi akumulasi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di berbagai distrik, memicu ancaman serius terhadap bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan data taktis yang dihimpun secara kronologis, gangguan atmosfer pertama kali terdeteksi pada dini hari pukul 01.05 WIT. 

BMKG mengonfirmasi wilayah dataran tinggi dan sektor pertambangan meliputi Distrik Tembagapura, Iwaka, Jila, Alama, dan Hoya langsung dilanda hujan lebat pada pukul 01.20 WIT. 

Cuaca ekstrem tersebut kemudian meluas ke area urban dan pesisir, termasuk Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Wania, Kuala Kencana, Mimika Tengah, Mimika Barat, hingga Amar, sebelum akhirnya mereda pada pukul 04.30 WIT.

Setelah sempat mengalami intermisi, satelit cuaca BMKG kembali menangkap pembentukan awan konvektif yang signifikan pada siang menjelang sore hari. 

Pukul 14.40 WIT, peringatan dini sekunder diterbitkan khusus untuk wilayah Distrik Kuala Kencana dan sekitarnya yang berpotensi meluas ke koridor barat seperti Distrik Mimika Barat dan Amar.

Kondisi tersebut belum menunjukkan tanda-tanda peluruhan hingga sore hari. Pada pukul 15.40 WIT, BMKG Mozez Kilangin mengeluarkan update atau pemutakhiran ketat, menegaskan bahwa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berlangsung dan diproyeksikan bertahan setidaknya hingga pukul 16.50 WIT.

​Ancaman Dua Zona Bencana
​Melengkapi dinamika cuaca di atas, integrasi data dari Peta Kerentanan InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan wilayah Kabupaten Mimika ke dalam dua zona bahaya kritis (Indeks Bahaya ≥ 0,6 hingga 1,0):
​1. Zona Merah Rawan Banjir: Terkonsentrasi kuat di wilayah pesisir rendah dan aliran sungai, mencakup Distrik Mimika Timur Jauh, Agimuga, Jita, Wania, Mimika Baru, serta sebagian Mimika Barat Tengah dan Mimika Barat Jauh.
​2. Zona Merah Rentan Tanah Longsor: Mengancam kawasan geomorfologi curam di dataran tinggi, mencakup Distrik Tembagapura, Hoya, Jila, Alama, serta area utara Kuala Kencana.

Suhu udara di dataran rendah Mimika tercatat stabil di angka 23–31°C dengan tingkat kelembaban maksimal mencapai 97%. 

Sebaliknya, wilayah pegunungan Tembagapura mengalami penurunan suhu udara dingin yang ekstrem berkisar antara 10–18°C dengan tiupan angin dominan dari arah Tenggara ke Barat Laut berkecepatan 05–20 km/jam.

Aktivitas Logistik Maritim dan Pelabuhan
​Hingga laporan sore ini diturunkan, situasi operasional di Pelabuhan Amamapare dan Pelabuhan Pomako Timika dilaporkan masih berada dalam batas mitigasi yang aman. 

Estimasi tinggi gelombang laut untuk periode 11–12 Juni 2026 diprakirakan masuk kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter, dengan pergerakan arus dominan menuju Barat Daya hingga Selatan berkecepatan 32–76 cm/s.

​Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau operator kapal dan nelayan lokal untuk mewaspadai perubahan kecepatan angin mendadak hingga mencapai 14 knot yang kerap terjadi secara fluktuatif di malam hari bersamaan dengan turunnya hujan lokal.

​Masyarakat yang berada di kawasan lereng bukit curam serta bantaran sungai di wilayah perluasan dampak diminta untuk terus memperbarui informasi resmi melalui kanal digital terverifikasi di laman resmi https://www.bmkg.go.id/.

​(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#longsor #banjir bandang sentani #mimika #Ceposonline.com #cuaca ekstrem