CEPONLINE.COM, MIMIKA — Seorang pemuda asal Mimika, Papua Tengah, berdiri di podium ketiga salah satu turnamen flag football paling bergengsi di Asia.
Wrestle Mansawan, atlet yang di lapangan hijau dijuluki “The Lizard” karena akselerasi start-nya yang tak terduga, baru saja menyudahi petualangan tiga harinya di Ningbo Flag Football Open (NBFO) 2026 dengan catatan apik.
Ia bergabung dengan skuad Curry Bombers, Wrestle. Sempat terganjal di semifinal kini ditebus tuntas pada laga perebutan tempat ketiga.
Perjalanan Wrestle menuju panggung elit internasional ini tidak datang tiba-tiba. Jalurnya terbuka melalui jejaring kepelatihan nasional.
Perwakilan AAFI Regional Papua, Joe Nicolaas, menceritakan bahwa nama Wrestle mencuat berkat rekomendasi Windra, pelatih Tim Nasional Flag Football Putri Indonesia, saat klub Curry Bombers tengah berburu amunisi tambahan untuk memperkuat kedalaman skuad mereka.
“Saat Curry Bombers (Tim Flag Football asal Fiji) mencari tambahan pemain untuk memperkuat skuad, Windra merekomendasikan dua atlet asal Indonesia, salah satunya adalah Wrestle Mansawan dari Mimika,” jelas Joe saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).
Di lapangan, adaptasi Wrestle terbukti cair. Gaya bermainnya yang taktis dan disiplin tidak hanya memikat penonton, tetapi juga mendapat pengakuan langsung dari internal tim.
Kapten Curry Bombers, Parmvir Basra, tidak ragu melayangkan pujian.
Bagi publik olahraga di Papua, capaian Wrestle dinilai sebagai buah dari konsistensi karakter. Pembina Flag Football Regional Papua, Janjai Adii, menekankan bahwa bakat besar tidak akan berbicara banyak tanpa adanya keteguhan.
Bagi Wrestle sendiri, medali perunggu dari Ningbo bukanlah akhir dari target pribadinya.
“Saya mendapatkan banyak ilmu berharga selama kejuaraan ini. Saya ingin membawa pengalaman tersebut kembali ke Papua untuk membantu pengembangan atlet-lk kita,” tutur Wrestle.
Ia menambahkan, target utamanya adalah menempatkan atlet Papua di peta flagnfotball dunia. Bagi Wrestle, yang terpenting adalah terus belajar dan memperbaiki setiap kesalahan, rendah hati dan senantiasa mengandal Tuhan
Bagi AAFI Regional Papua dan Papua Black Pearls, keberhasilan di NBFO 2026 ini menjadi pesan penegas bahwa talenta dari Timur Indonesia memiliki daya saing tinggi di level global.
Torehan Wrestle kini menjadi cetak biru sekaligus pembuka jalan bagi lahirnya kesempatan-kesempatan internasional berikutnya bagi atlet daerah.
(*).
Editor : Abdel Gamel Naser